Advertisement

Tantangan Berat yang Dihadapi Pemain di Babak Pertama Turnamen Terbuka Dunia

Sulitnya Menjalani Babak Pertama Malaysia Terbuka bagi Ganda Putra Indonesia

Babak pertama pada turnamen Malaysia Terbuka yang digelar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, menjadi ujian berat bagi semua peserta, terutama ganda putra Indonesia. Tiga pasangan Indonesia yang tampil pada Rabu (7/1) menghadapi tantangan sulit sejak laga pembuka BWF World Tour Super 1000 ini berlangsung.

Dua pasangan, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, harus bertemu sejak awal. Sedangkan pasangan unggulan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhadapan melawan Lee Fang Chih/Lee Fang Jen dari Taiwan. Babak pertama ini menunjukkan bahwa persaingan di level Super 1000 sangat ketat dan tidak ada laga yang mudah.

Pertarungan Berat Raymond/Nikolaus di Debut Super 1000

Raymond/Nikolaus mengalami laga yang melelahkan menghadapi Sabar/Reza yang berada di peringkat kedelapan dunia dan pernah melaju ke semifinal All England serta final Indonesia Terbuka. Pasangan debutan Super 1000 ini kalah dengan skor 18-21 dan 9-21. Mereka sejatinya mampu tampil kompetitif terutama di gim pertama, tetapi kesulitan mempertahankan intensitas permainan saat gim kedua.

Raymond menuturkan bahwa mereka harus belajar cepat beradaptasi dengan kondisi lapangan dan perubahan laju kok yang berbeda antara latihan dan pertandingan. Adaptasi ini menjadi salah satu kunci penting untuk menghadapi tekanan di level tertinggi. Raymond juga mengakui bahwa pengalaman di berbagai turnamen BWF World Tour akan meningkatkan kemampuan mereka, meskipun undian yang mempertemukan dengan lawan kuat sejak awal menjadi tantangan tersendiri.

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri Hadapi Ujian Berat Lawan Taiwan

Pasangan peringkat keenam dunia, Fajar/Fikri, menjalani pertandingan sengit melawan Lee Fang Chih/Lee Fang Jen yang berada di posisi ke-18 dunia. Mereka sempat kehilangan gim pertama dengan skor ketat 24-26, lalu berhasil bangkit dan memenangkan dua gim berikutnya dengan 21-4 dan 21-8 dalam durasi pertandingan satu jam 13 menit.

Fajar mengungkapkan bahwa pasangan Taiwan bukan lawan sembarangan karena memiliki pertahanan yang kuat dan minim kesalahan. Kehilangan empat game point, termasuk kesalahan sendiri, menjadi pelajaran bagi mereka untuk tetap fokus dan menekan lawan secara konsisten. Pada babak kedua, Fajar/Fikri akan melawan Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh, juga pasangan Taiwan, yang menghadirkan ujian lanjutan.

Dukungan dan Harapan untuk Regenerasi Ganda Putra Indonesia

Sabar/Reza dan Fajar/Fikri memberikan dorongan semangat untuk pasangan-pasangan muda seperti Raymond/Nikolaus. Sabar mengatakan bahwa para junior punya potensi besar dan semangat tinggi yang sangat penting untuk meneruskan kejayaan ganda putra Indonesia di kancah dunia. Regenerasi ini dirasa sangat krusial mengingat persaingan di nomor ganda putra sangat ketat dan merata.

Raymond/Nikolaus yang naik peringkat ke 23 dunia berkat enam gelar juara dari delapan final pada berbagai level turnamen internasional di 2025 mendapat peluang besar untuk berkembang. Meski demikian, mereka harus mempersiapkan diri menghadapi lawan-lawannya yang kian tangguh terutama pada turnamen tingkat Super 300 hingga Super 1000.

Tantangan Berat Juga Dialami Wakil Indonesia di Nomor Lain

Selain ganda putra, wakil Indonesia di nomor ganda putri dan tunggal putra juga menghadapi laga sulit pada babak pertama. Satu-satunya pasangan ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, menang susah payah dalam tiga gim melawan pasangan dari India. Mereka akan mendapat tantangan lebih berat di babak kedua menghadapi tuan rumah Pearly Tan/Thinaah Muralitharan yang pernah mengalahkan mereka di SEA Games.

Di tunggal putra, Jonatan Christie, Alwi Farhan, dan Putri Kusuma Wardani juga melangkah ke babak pertama dengan tekad menghadapi kondisi pertandingan yang bisa berubah-ubah seperti arah angin dan kualitas kok serta atmosfer pertandingan. Babak pertama memang selalu menjadi fase adaptasi yang menentukan keberhasilan di turnamen sebesar Malaysia Terbuka.

Fakta Penting Babak Pertama Malaysia Terbuka

  1. Tiga ganda putra Indonesia berlaga pada babak pertama; dua di antaranya saling berhadapan.
  2. Raymond/Nikolaus kalah dari Sabar/Reza, skor 18-21, 9-21.
  3. Fajar/Fikri menang setelah kalah gim pertama, skor akhir 24-26, 21-4, 21-8.
  4. Babak pertama menyulitkan even bagi pemain berpengalaman.
  5. Sabar/Reza mendapat dukungan dan menjadi inspirasi bagi regenerasi ganda putra Indonesia.
  6. Tantangan di nomor ganda putri dan tunggal putra juga berat, dengan peluang dari lawan tangguh tuan rumah.

Babak pertama Malaysia Terbuka menegaskan bahwa meski ada pemain unggulan dan ranking tinggi, siapa pun bisa tersingkir oleh lawan yang siap memberikan perlawanan maksimal. Adaptasi dan kesiapan mental menjadi kunci utama bagi atlet Indonesia untuk melangkah jauh di turnamen ini. Babak berikutnya akan menjadi pembuktian sejauh mana para wakil Indonesia mampu mempertahankan performa dalam menghadapi persaingan yang semakin kompetitif.

Baca selengkapnya di: www.kompas.id

Berita Terkait

Back to top button