Alexandre Amancio, mantan direktur kreatif seri Assassin’s Creed, mengungkapkan solusi untuk mengatasi krisis pengembangan game AAA yang kian kompleks. Dalam presentasinya di DevGAMM Lisbon, Amancio menyoroti masalah utama seperti bengkaknya tim, takut mengambil risiko, serta stagnasi kreatif yang menyebabkan banyak studio besar mengalami pemecatan massal dan kehilangan koneksi dengan karya mereka.
Menurut Amancio, kunci perbaikan terletak pada pengakuan bahwa pengembangan game adalah masalah rumit yang tidak memiliki satu formula pasti. Setiap proyek berbeda dan memerlukan pendekatan yang disesuaikan dengan skala serta jenis permainan. Ia menekankan pentingnya menemukan titik penyederhanaan pada proses kerja agar kompleksitas bisa dikendalikan secara efektif.
Masalah Tim Besar dan Manajemen Berlebihan
Amancio menjelaskan bahwa jumlah anggota tim lebih dari 100 orang dapat mengubah dinamika kerja menjadi sangat tidak efisien. Proporsi manajer terhadap pengembang meningkat drastis, menyebabkan birokrasi yang berlebihan. Dengan jumlah orang banyak, menambah staf hanya akan memperlambat proses karena menimbulkan kebisingan variabel dan menghambat produktivitas tim yang sudah berjalan efisien.
Pendekatan masa depan menurutnya adalah membentuk tim yang lebih kecil dan fleksibel, meniru model industri film. Dalam film, tim inti akan mengumpulkan kru sesuai kebutuhan proyek yang bersifat sementara. Di industri game, tim inti tersebut bisa dilengkapi dengan outsourcing atau kerja sama co-development untuk bagian-bagian spesifik agar lebih efisien dan dinamis.
Pentingnya Batasan dan Prototyping dalam Pengembangan
Amancio membandingkan pengembangan game dengan produksi film yang dimulai dari naskah matang. Dalam game, pendekatan yang tepat adalah menghasilkan prototipe kerja yang mampu merepresentasikan inti pengalaman bermain sejak fase pra-produksi. Prototipe ini memberikan gambaran awal agar seluruh tim memahami tujuan dan arah proyek sebelum masuk ke pengembangan lebih lanjut.
Menurutnya, terlalu cepat keluar dari fase pra-produksi tanpa prototipe yang solid sering menyebabkan proyek mandek di tengah jalan. Keterbukaan dalam proses desain dan pembatasan fitur pun sangat penting agar setiap ide yang masuk bisa disaring dengan logis. Ia mencontohkan di Assassin’s Creed, fitur harus relevan dengan pilar utama seperti asasasi, stealth sosial, dan parkour agar masuk ke dalam game.
Inovasi Vs. Kecepatan Produksi
Salah satu tantangan terbesar di pengembangan AAA adalah lamanya waktu produksi. Amancio mengakui bahwa inovasi yang tinggi memerlukan pembuatan sistem dari nol, yang secara otomatis memperpanjang durasi kerja. Ia mengungkapkan contoh pengembangan Assassin’s Creed: Unity yang mengintegrasikan mode multipemain dan mesin game baru, sehingga memperumit dan memperlambat proses.
Sebaliknya, beberapa franchise seperti seri Like a Dragon memanfaatkan reuse aset dan lokasi dengan cerdas, sehingga mempercepat siklus rilis tanpa mengorbankan kualitas. Amancio menganggap pendekatan semacam ini layak dicoba untuk judul besar lain asalkan studio transparan dengan audiens mengenai penggunaan konten ulang tersebut.
Strategi Co-Development dan Outsourcing
Untuk bagian tertentu dari game—misalnya fitur kapal layar di Assassin’s Creed: Black Flag—studi co-development bisa diberi kebebasan penuh dalam batasan jelas untuk mengembangkan elemen yang menyenangkan. Dengan definisi yang tegas tentang ruang lingkup, mitra co-dev bisa lebih mandiri dan bahkan mengembangkan ide yang melampaui mandat asli, asalkan sinkronisasi dengan keseluruhan game tetap stabil.
Amancio menyarankan agar kerjasama dengan studio lain dipilih berdasarkan kebutuhan proyek dan modularitas elemen yang ingin didelegasikan. Ini membantu menjaga kelincahan tim inti dan menghindari pembengkakan yang tidak terkontrol.
Dengan pendekatan yang lebih kecil, terstruktur, dan transparan, pengembangan AAA bisa kembali berfokus pada keunggulan karya dan kreativitas. Amancio menempatkan batasan dan proses yang jelas sebagai fondasi utama agar ide-ide yang benar-benar relevan bisa terwujud dalam game yang inovatif dan berkualitas tinggi.
Baca selengkapnya di: www.gamesindustry.biz