Bye Amerika! Trump Tarik AS dari 66 Forum Internasional, Respons Penting dari RI Terungkap

Pemerintah Indonesia memberi respons serius terhadap pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menarik AS dari 66 organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan lembaga internasional lainnya. Langkah ini dianggap berpotensi melemahkan prinsip multilateralisme dan mengganggu tatanan dunia yang didasarkan pada kerja sama global.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, menyatakan bahwa Indonesia mencermati secara seksama keputusan tersebut. Ia menekankan pentingnya semangat multilateralisme serta prinsip kesetaraan dan inklusivitas dalam menghadapi tantangan global bersama-sama.

Penarikan AS dari Organisasi Internasional
Keputusan Trump tertuang dalam memorandum presiden yang dirilis Gedung Putih pada awal Januari. Memorandum ini menunjuk 66 organisasi, baik yang berada di bawah naungan PBB maupun institusi non-PBB, yang dianggap “bertentangan dengan kepentingan AS”.

Dari daftar tersebut, 35 organisasi non-PBB termasuk Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), International Institute for Democracy and Electoral Assistance (International IDEA), dan International Union for Conservation of Nature (IUCN) akan kehilangan keikutsertaan serta pendanaan dari AS. Sementara itu, 31 entitas PBB yang mencakup Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim (UNFCCC), Dana Demokrasi PBB, dan Dana Kependudukan PBB (UNFPA) juga akan ditinggalkan oleh AS.

Dampak Terhadap Multilateralisme dan Pendanaan Global
Langkah ini menjadi kelanjutan kebijakan Trump selama masa jabatan keduanya yang sebelumnya menarik AS dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Perjanjian Iklim Paris, dan Dewan Hak Asasi Manusia PBB. Penarikan AS dari WHO direncanakan efektif pada 22 Januari, satu tahun setelah keputusan resmi diumumkan.

Antara tahun 2024 dan 2025, AS menyumbang sekitar US$261 juta atau sekitar Rp4,2 triliun kepada WHO, yang setara dengan 18% dari total pendanaan organisasi tersebut. Dana ini sangat penting dalam mendukung upaya global menghadapi isu kesehatan kritis seperti tuberkulosis dan pandemi Covid-19.

Respons Indonesia terhadap Langkah AS
Yvonne menyoroti kekhawatiran Indonesia bahwa penarikan AS ini dapat menekan kerja sama multilateral. Indonesia melihat bahwa keberlangsungan tatanan dunia yang inklusif dan setara membutuhkan komitmen dari semua negara, termasuk kekuatan besar seperti AS.

Pemerintah Indonesia terus memonitor perkembangan kebijakan ini dan mendorong seluruh negara agar tetap berpegang pada nilai-nilai multilateralisme. Kerja sama internasional dianggap sebagai kunci untuk mengatasi berbagai isu global yang kompleks dan saling terkait.

Daftar Organisasi yang Akan Ditinggalkan AS

  1. Organisasi Non-PBB:

    • Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC)
    • International Institute for Democracy and Electoral Assistance (International IDEA)
    • International Union for Conservation of Nature (IUCN)
  2. Entitas PBB:
    • Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC)
    • Dana Demokrasi PBB
    • Dana Kependudukan PBB (UNFPA)

Langkah AS ini menjadi perhatian dunia karena dapat mengubah dinamika diplomasi dan koordinasi internasional. Indonesia serta sejumlah negara lain berharap agar multilateralisme tetap menjadi landasan utama dalam menghadapi tantangan bersama di tingkat global.

Baca selengkapnya di: www.cnbcindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button