Boston Celtics kembali mengalami nasib yang serupa dalam pertandingan mereka melawan San Antonio Spurs. Setelah menang atas Toronto Raptors pada hari Jumat, momentum tersebut gagal mereka pertahankan saat menghadapi Spurs yang dipimpin oleh Luke Kornet, dengan hasil akhir kekalahan 100-95 di pertandingan terakhir home stand mereka.
Kegagalan Menuju Akhir Pertandingan
Derrick White sempat membawa Celtics unggul tiga poin kurang dari tiga menit sebelum pertandingan usai. Namun, Spurs segera mengambil timeout untuk meredakan situasi dan berhasil mengubah jalannya pertandingan. Selama sisa waktu, Celtics hanya mampu mencetak tiga poin, sementara San Antonio terus menemukan serangan efektif untuk menutup laga dengan kemenangan.
Permasalahan besar muncul dari kesulitan Celtics mencetak poin ketika waktu semakin menipis. Meskipun Jaylen Brown mendapat peluang tembakan tiga angka yang cukup bersih, ia gagal memasukkannya. Kesalahan turnover yang terjadi kemudian membuat dia harus mengambil tembakan tiga angka sulit, yang akhirnya sia-sia.
Situasi ini mengingatkan pada pertandingan playoff masa lalu, di mana Celtics kerap kesulitan menjaga ofensif saat menit-menit akhir permainan yang krusial.
Dominasi Victor Wembanyama di Lapangan
Keberadaan Victor Wembanyama yang memiliki tinggi 7 kaki 5 inci sangat menghambat lari Celtics. Setiap kali pemain Celtics mencoba mendekati ring dengan Wembanyama di lapangan, mereka harus mengubah strategi secara signifikan. Kehadiran Wemby saja sudah memberi tekanan pertahanan yang membuat peluang tembakan pemain Celtics menjadi sulit.
Secara ironis, ketajaman Jaylen Brown saat memasukkan dua tembakan tiga angka di awal pertandingan justru terbantu oleh adanya Wembanyama karena Brown harus melepaskan tembakan dengan busur yang tinggi, sehingga peluang bola masuk meningkat. Namun di luar itu, hampir tidak ada keuntungan lainnya saat Celtics mencoba menembak melewati pemain muda asal Prancis tersebut.
Luka Garza Tampil Mengesankan dari Tembakan Tiga Angka
Luka Garza menunjukkan perkembangan signifikan pada kemampuan tembakan jarak jauhnya sejak kembali ke rotasi Celtics setelah absen selama sebulan. Statistik menunjukkan Garza mencetak akurasi tembakan tiga angka sebesar 68,7% sejak pertengahan Desember. Saat melawan Spurs, ia mencetak tiga dari empat tembakan tiga angka, membuktikan bahwa ancaman tembakannya sangat nyata dan menjadi nilai tambah bagi Celtics.
Kembalinya Baylor Scheierman dengan Penampilan Kuat
Setelah lebih dari tiga minggu absen dari menit main yang substansial, Baylor Scheierman mendapatkan kesempatan bermain selama lebih dari 20 menit. Pemain sayap Boston berusia 25 tahun ini memanfaatkan kesempatan tersebut dengan baik, mencetak 10 poin sekaligus memberikan kontribusi signifikan di sisi pertahanan.
Scheierman menunjukkan konsistensi dalam bertahan dan membuat pergerakan Spurs semakin sulit. Salah satu momen penting adalah ketika ia turut membantu memblok tembakan Harrison Barnes, menandakan performa yang sesuai harapan pelatih Joe Mazzulla untuk pemain rotasi pinggiran tim.
Catatan Penting untuk Celtics
- Kegagalan membuat poin krusial di akhir pertandingan masih menjadi tantangan bagi Celtics.
- Pengaruh pertahanan Victor Wembanyama sangat besar sehingga membuat pergerakan ofensif Celtics terkena dampak negatif.
- Luka Garza menguatkan opsi tembakan tiga angka Celtics dengan persentase yang mengesankan.
- Pengembalian Baylor Scheierman meningkatkan kedalaman skuad dengan performa positif di kedua sisi lapangan.
Dalam pertandingan ini, Celtics menghadapi kendala yang familiar, khususnya kesulitan menutup laga dengan baik. Faktor pemain bertahan seperti Wembanyama memang meningkatkan kompleksitas gaya permainan mereka. Sementara itu, kemunculan performa solid dari pemain pendukung menunjukkan potensi pengembangan yang dapat dimanfaatkan di laga-laga berikutnya.
Baca selengkapnya di: hardwoodhoudini.com