Petaka 14.20: IHSG Ambruk 2% Lebih, Pasar Panik Melanda Bursa Saham Indonesia

Perdagangan pasar saham Indonesia mengalami tekanan tajam pada Senin sore, ketika Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tiba-tiba anjlok lebih dari 2% dalam waktu hanya 15 menit. Tekanan terbesar terjadi sekitar pukul 14.20 hingga 14.35 WIB, di mana indeks menyentuh titik terendah di level 8.715,41 atau turun sebesar 2,48%.

Setelah kejatuhan tersebut, IHSG berangsur pulih dan pada pukul 15.16 WIB koreksinya berkurang menjadi 0,65% di angka 8.878,55. Namun, momentum negatif tetap membayangi pasar yang sempat panik setelah aksi jual masif terjadi.

Pemicu Penurunan IHSG

Koreksi mendadak ini terutama disebabkan oleh aksi profit taking yang signifikan pada saham-saham sektor energi. Herditya Wicaksana, Head of Research Retail MNC Sekuritas, menjelaskan bahwa saham-saham energi yang sebelumnya menguat cukup kuat mengalami tekanan jual, sehingga membebani pergerakan IHSG secara keseluruhan.

Beberapa saham energi yang mengalami penurunan signifikan dalam rentang waktu tersebut antara lain Merdeka Copper Gold Resources (EMAS), Antam (ANTM), Merdeka Copper Gold (MDKA), dan Chandra Daya Investasi (CDIA). Selain itu, saham Raharja Energi Cepu (RATU), Rukun Raharja (RAJA), Bumi Resources (BUMI), Barito Renewables Energy (BREN), Petrosea (PTRO), dan Alamtri (ADRO) juga tertekan tajam.

Kondisi Pasar dan Sentimen Investor

Sebelumnya, saham-saham tersebut berada pada zona konsolidasi dan bahkan ada yang mencatat kenaikan pada sesi pertama perdagangan. Namun, koreksi mendadak ini memicu kekhawatiran dan kepanikan investor yang kemudian meluas ke saham-saham lain di bursa.

Selain faktor teknikal berupa aksi ambil untung, dinamika geopolitik global juga ikut memengaruhi sentimen pasar. Nafan Aji Gusta, Ekonom sekaligus Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, menyebut bahwa pengaruh kondisi geopolitik turut berkontribusi terhadap terjadinya koreksi yang signifikan hari ini.

Daftar Saham Energi yang Anjlok pada Rentang 14.20 – 14.35 WIB

  1. Merdeka Copper Gold Resources (EMAS)
  2. Antam (ANTM)
  3. Merdeka Copper Gold (MDKA)
  4. Chandra Daya Investasi (CDIA)
  5. Raharja Energi Cepu (RATU)
  6. Rukun Raharja (RAJA)
  7. Bumi Resources (BUMI)
  8. Barito Renewables Energy (BREN)
  9. Petrosea (PTRO)
  10. Alamtri (ADRO)

Penurunan saham-saham energi menjadi faktor utama tekanan dan sekaligus pendorong aksi jual di segmen lain dalam bursa. Hal ini memperlihatkan sensitivitas pasar terhadap perubahan arah harga saham di sektor yang dianggap sebagai sektor unggulan saat ini.

Terjadinya koreksi tajam dan cepat ini mengingatkan kepada investor untuk tetap waspada terhadap volatilitas pasar. Interaksi antara faktor fundamental, teknikal, dan sentimen global berperan besar dalam menggerakkan arah IHSG. Penguatan dan pembalikan arah harga saham perlu diperhatikan dengan cermat agar risiko kerugian dapat diminimalisasi.

Situasi pasar pada Senin sore mencerminkan betapa dinamisnya kondisi pasar modal yang sangat dipengaruhi oleh sentimen cepat dari para pelaku pasar. Investor dianjurkan untuk terus memantau perkembangan geopolitik serta indikator teknikal agar dapat mengambil keputusan investasi yang tepat di tengah fluktuasi pasar yang tidak menentu.

Baca selengkapnya di: www.cnbcindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button