Wagub Kaltim Tegaskan Pendidikan Jadi Kunci Utama Wujudkan Masa Depan Daerah Cerah

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan posisi pendidikan sebagai kunci utama pembangunan daerah. Pernyataan ini disampaikan Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, saat penutupan Pekan Raya Kalimantan Timur di Samarinda.

Seno Aji menjelaskan fokus Pemprov saat ini adalah menyiapkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing. Ia menegaskan pembangunan tak cukup bergantung pada kekayaan alam, tetapi harus didukung kualitas SDM yang handal.

Program Pendidikan Gratis untuk Semua Jenjang

Pemprov Kaltim telah meluncurkan program “Gratis Pol” yang memberikan pendidikan tanpa biaya mulai dari SMA hingga jenjang S3. Selain itu, ada juga bantuan seragam sekolah gratis untuk meringankan beban keluarga siswa.

Seno Aji mengajak masyarakat melaporkan jika belum tercover program ini dengan syarat hanya membawa KTP Kaltim serta domisili minimal tiga tahun. Hal ini memastikan tidak ada anak muda putus sekolah akibat keterbatasan biaya.

Peran Ilmu Pengetahuan dalam Kemajuan Daerah

Dalam tausiah Tabligh Akbar, penceramah Ustaz Das’ad Latif menegaskan pentingnya ilmu sebagai fondasi kemajuan Kaltim. Ia menyampaikan pesan agar generasi terus membaca dan belajar sebagai kunci kemajuan daerah dan bangsa.

Menurut Ustaz Das’ad, ilmu lebih utama dibanding harta benda karena ilmu yang menjaga manusia. Ia juga mengingatkan agar ilmu digunakan untuk tujuan mulia dan menjaga keseimbangan alam serta kemaslahatan bersama.

Fokus Pemerintah dan Langkah Strategis

  1. Pendidikan gratis dari SMA sampai S3 tanpa biaya.
  2. Bantuan seragam sekolah gratis bagi siswa.
  3. Pendataan peserta didik berdasarkan KTP dan tempat tinggal.
  4. Penyuluhan pentingnya belajar dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Pemprov Kalimantan Timur berharap program-program ini memperkuat SDM sehingga mampu menghadapi tantangan masa depan dengan mandiri dan kompetitif. Pendidikan menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat dan daya saing daerah secara berkelanjutan.

Baca selengkapnya di: rri.co.id
Exit mobile version