Buku memoar Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth karya Aurelie Moeremans memicu perbincangan hangat. Memoar ini mengisahkan pengalaman traumatis Aurelie di masa remajanya yang terkait dugaan child grooming dan kekerasan emosional.
Dalam buku tersebut, Aurelie menggunakan nama samaran "Bobby" untuk sosok yang memiliki peran besar dalam pengalaman traumatisnya. Meski demikian, warganet menilai adanya petunjuk yang mengarah pada mantan kekasih Aurelie, Roby Tremonti, sehingga menimbulkan spekulasi di masyarakat.
Respons Hukum dari Roby Tremonti
Roby Tremonti merespons dengan mengunggah konten edukasi hukum di akun Instagram-nya. Ia membahas risiko hukum yang muncul ketika karakter fiktif dalam karya tulis masih mudah dikenali identitas aslinya oleh publik.
Dalam unggahan itu, Roby menyinggung beberapa pasal hukum terkait pencemaran nama baik. Ia mengutip Pasal 310 ayat (2) KUHP, Pasal 311 KUHP tentang fitnah, dan Pasal 27A Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Penjelasan Pasal-Pasal Hukum Terkait
- Pasal 310 KUHP (digantikan oleh Pasal 433 UU KUHP terbaru) mengatur bahwa pencemaran nama baik dengan tulisan dapat dipidana penjara hingga 1,5 tahun.
- Pasal 311 KUHP mengatur fitnah dengan ancaman hukum hingga 4 tahun penjara.
- Pasal 27A UU ITE melarang menyerang kehormatan atau nama baik orang lain melalui informasi elektronik dengan maksud agar diketahui umum. Pasal ini khusus untuk individu dan tidak berlaku untuk badan hukum.
Ketentuan ini cukup ketat meski tokoh dalam buku menggunakan nama samaran, asalkan pembaca masih dapat mengidentifikasi sosok sebenarnya. Ini menjadi perhatian penting terhadap isi memoar yang menyangkut nama pribadi.
Kisah dalam Buku Broken Strings
Memoar ini menggambarkan pengalaman Aurelie bertemu sosok “Bobby” saat usia 15 tahun di lokasi syuting iklan. Kisahnya menyoroti dampak jangka panjang dari relasi tidak sehat dan kekerasan emosional yang dialaminya.
Aurelie berharap buku ini dapat membuka diskusi luas seputar isu child grooming dan kesehatan mental korban. Hal ini menunjukkan urgensi perlindungan anak dan remaja terutama di industri kreatif.
Dampak Publik dan Industri
Broken Strings tidak hanya menjadi catatan autobiografi, tetapi juga menggerakkan perhatian publik terhadap isu relasi kuasa dan perlindungan anak. Buku ini menarik perhatian beberapa production house yang menawarkan untuk mengadaptasi cerita tersebut ke dalam film.
Diskusi tentang risiko hukum yang muncul dari memoar tersebut dan nilai edukasi pada isu perlindungan remaja masih menjadi perbincangan intens. Hal ini menunjukkan kompleksitas pengungkapan pengalaman pribadi dalam karya publik di era digital.
Baca selengkapnya di: www.metrotvnews.com




