
Kawasan Kayutangan Heritage di Kota Malang diprediksi akan menjadi pusat keramaian ngabuburit selama Ramadan. Pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang mengambil langkah tegas mengantisipasi lonjakan pengunjung.
Dishub Kota Malang fokus memerangi parkir liar terutama sepeda motor yang nekat berhenti di tepi jalan. Larangan ini diharapkan dapat menjaga kenyamanan dan ketertiban di kawasan wisata sejarah yang menjadi ruang publik favorit menjelang buka puasa.
Pengawasan di Titik Rawan Kepadatan
Beberapa titik rawan kemacetan telah dipetakan Dishub sebagai area prioritas pengawasan. Lokasi tersebut antara lain Jalan Raya Sulfat, Jalan Kolonel Sugiono, Jalan Muharto, Jalan Veteran, Jalan Jakarta di belakang kampus UM, serta Jalan Soekarno-Hatta.
Kayutangan Heritage menjadi fokus utama pengawasan karena aktivitas ngabuburit di koridor ini berpotensi menimbulkan penumpukan kendaraan. Dishub menyiapkan personel khusus untuk memastikan tidak ada pelanggaran parkir di tepi jalan yang bisa menimbulkan kemacetan.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, menyatakan bahwa mereka akan bersinergi dengan perangkat daerah lain untuk menjaga kelancaran lalu lintas selama Ramadan. "Kami akan melakukan pengawasan agar tetap tertib lalu lintas," tuturnya.
Pemanfaatan Fasilitas Parkir Resmi
Dishub mengimbau masyarakat agar memanfaatkan fasilitas parkir resmi yang sudah disiapkan pemerintah. Gedung Parkir Kayutangan disebut mampu menampung kendaraan dalam jumlah besar sekaligus membantu menjaga keteraturan kawasan.
Widjaja menegaskan pentingnya kepatuhan pengunjung agar tidak memarkir sepeda motor sembarangan. "Kayutangan harus teratur. Mohon tidak memarkir sepeda motor di sembarang tempat," ucapnya.
Meskipun aturan larangan parkir tepi jalan telah lama diterapkan, masih ditemukan pelanggaran. Pada akhir pekan sebelumnya, Dishub bahkan mengangkut puluhan sepeda motor yang parkir di zona terlarang sebagai bentuk tindakan edukasi.
Tantangan Meningkatnya Kunjungan Wisatawan
Lonjakan wisatawan ke Kayutangan menimbulkan tantangan serius dalam pengelolaan lalu lintas. Kemacetan menjadi hal yang harus diantisipasi dengan perlakuan yang konsisten dan edukasi berkelanjutan.
Widjaja menegaskan komitmen Dishub untuk terus membudayakan ketaatan berlalu lintas di kawasan Kayutangan. Edukasi kepada masyarakat menjadi kunci agar kawasan ini tetap nyaman, tertib, dan mendukung kelancaran aktivitas ngabuburit selama Ramadan.
Dengan langkah pengawasan ketat dan fasilitas parkir yang memadai, diharapkan pengalaman ngabuburit di Kayutangan Heritage semakin optimal dan bebas dari kemacetan serta kesemrawutan parkir.
Baca selengkapnya di: www.metrotvnews.com




