Radja Nainggolan memberikan pandangan tajam terkait karier Paul Pogba yang dinilainya hanya cemerlang dalam kurun waktu tiga tahun saja. Pernyataan ini muncul sebagai kritik keras terhadap konsistensi dan perjalanan profesional Pogba di dunia sepak bola.
Setelah menuntaskan proses banding atas kasus doping dan menjalani larangan bermain selama 18 bulan, Pogba bergabung dengan AS Monaco pada musim panas. Namun, pemain asal Prancis itu belum bisa langsung menampilkan performa maksimal karena masih berjuang mengembalikan kebugarannya.
Perjalanan Karier Paul Pogba
Karier Pogba mulai menanjak tajam saat membela Juventus di Serie A. Pemain ini kemudian menjadi pemain termahal di dunia setelah dibeli Manchester United dengan nilai transfer sebesar 89 juta paun pada 2016. Meski demikian, masa-masa di MU dianggap sebagai masa sulit bagi Pogba.
Di Old Trafford, Pogba sering mendapat kritik karena tidak menunjukkan performa yang diharapkan. Setelah itu, ia mencoba melanjutkan kariernya kembali ke Juventus, lalu tersandung masalah doping yang membuat kariernya terhenti cukup lama.
Pandangan Radja Nainggolan
Radja Nainggolan membandingkan kualitas dirinya dengan Pogba selama sama-sama berlaga di Serie A. Menurut Nainggolan, hanya Arturo Vidal dan Daniele De Rossi yang memiliki kekuatan fisik dan kemampuan sebanding dengannya saat itu. Sementara itu, Nainggolan menilai Pogba hanya memiliki puncak performa selama tiga tahun saja.
“Di era saya di Serie A, hanya Vidal dan De Rossi yang sekuat saya. Pogba? Saya lebih baik darinya, dia hanya memiliki tiga tahun yang bagus sepanjang kariernya,” ujar Nainggolan kepada Goal. Pernyataan ini menunjukkan pandangan Nainggolan yang cukup sinis terhadap perjalanan karier Pogba.
Prestasi Pogba yang Tak Terelakkan
Meski mendapat kritik, karier Pogba cukup mentereng dalam hal prestasi. Ia sudah meraih semua gelar domestik di Italia dan menjadi bagian penting skuad tim nasional Prancis yang memenangi Piala Dunia 2018. Fakta ini menegaskan bahwa Pogba tetap merupakan pemain top meskipun kontroversi membayanginya.
Berada di Monaco saat ini, Pogba berusaha membuktikan bahwa dirinya masih bisa bersaing di level tertinggi setelah masa-masa sulit akibat kasus doping. Perjuangan untuk mendapatkan kembali performa terbaik akan menjadi sorotan publik sepak bola.
Nainggolan lewat komentar tersebut secara tidak langsung memberikan gambaran bahwa ketangguhan fisik dan konsistensi menjadi aspek penting yang sayangnya kurang terpenuhi dalam kiprah Pogba. Hal ini bisa menjadi bahan refleksi bagi Pogba dan pemain lainnya untuk menjaga performa demi karier yang lebih solid dan bertahan lama.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: sport.detik.com






