Orlando City SC menghadapi tekanan besar jelang pertandingan kandang melawan CF Montreal, yang menjadi momen krusial untuk menghentikan tren negatif mereka. Tim ini mengawali musim 2026 dengan rentetan hasil buruk, serta perpisahan dengan manajer Oscar Pareja yang dialami pekan ini.
Pada awal musim ini, Orlando City belum meraih poin dan mencatat tiga kekalahan beruntun. Kondisi ini memburuk dari performa akhir musim lalu yang juga menurun, di mana mereka hanya menang sekali dalam 11 pertandingan terakhir. Saat ini, mereka tercatat memiliki selisih gol terburuk di MLS, minus delapan, dan menjadi salah satu dari empat tim di Wilayah Timur yang belum memperoleh poin.
Direktur olahraga klub, Ricardo Moreira, menilai masalah Orlando bukan hanya pada pelatih. Moreira mengatakan, “Saya tahu bahwa dia bertanggung jawab penuh atas hasil tersebut, tetapi saya pikir itu adalah tanggung jawab bersama.” Asisten pelatih Martin Perelman sementara ini mengambil alih kendali tim.
Selain permasalahan kepelatihan, skuad Orlando juga menghadapi kendala pemain. Kiper utama Maxime Crepeau tidak dapat dimainkan karena sanksi kartu merah yang diterimanya pada laga sebelumnya melawan New York City FC. Hal ini menjadi tantangan tambahan bagi lini pertahanan Orlando.
Di sisi lain, lawan mereka CF Montreal menunjukkan peningkatan performa yang signifikan. Montreal saat ini mengantongi tiga poin setelah menang 3-0 atas New York Red Bulls yang sebelumnya tak terkalahkan. Kemenangan ini menjadi bukti taktik efektif yang diusung manajer Marco Donadel.
Gol cepat dari Prince Owusu melalui penalti dan dua gol dari Wiki Carmona di babak pertama menjadi kunci kemenangan Montreal. Penjaga gawang Thomas Gillier memuji strategi timnya, “Kami memainkan pertandingan yang sempurna,” katanya, menegaskan bahwa tim masih harus terus meningkat.
Rekor pertemuan antara Orlando City dan Montreal menunjukkan hasil yang ketat. Kedua tim bermain imbang dalam dua laga sepanjang 2025 dan total empat dari lima pertemuan terakhir berakhir imbang. Orlando masih belum terkalahkan di kandang melawan Montreal sejak 2021.
Namun, Orlando tengah berusaha keras menghentikan rentetan hasil buruk mereka yang jika berlanjut, bisa menjadi kekalahan beruntun terpanjang dalam sejarah klub. Sejak Oktober 2025, mereka sudah menelan enam kekalahan beruntun dan berusaha menghindari kekalahan ketujuh pada laga ini.
Beberapa catatan menarik menjadi sorotan untuk laga ini:
1. Orlando mencari kemenangan kandang pertama dalam lima pertandingan terakhir.
2. Duncan McGuire berpeluang menyamai Nani sebagai pencetak gol terbanyak klub dengan 31 gol.
3. Klub telah memainkan delapan pemain debutan dalam tiga pertandingan awal musim ini, lima di antaranya berusia di bawah 22 tahun.
4. Penguasaan bola Orlando sangat rendah, di posisi kedua terbawah MLS dengan 38,5%.
5. Dua kartu merah dalam tiga pertandingan mengakibatkan lini pertahanan rentan, dengan enam dari sebelas gol kebobolan terjadi saat skuad kekurangan pemain.
Pertandingan ini menjadi ujian penting untuk stabilitas dan ambisi Orlando City. Hasil positif akan memperbaiki suasana dan mengangkat mental tim yang sempat goyah. Sementara itu, kemenangan Montreal dapat mempertegas posisi mereka sebagai ancaman serius di Wilayah Timur.
Faktor mental, taktik, serta kondisi skuad akan sangat menentukan jalannya laga. Dengan tekanan tinggi dari catatan buruk dan intensitas rivalitas, pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit dan penuh strategi. Para pemain muda yang kini lebih banyak mendapatkan kesempatan juga akan berperan penting dalam membalikkan keadaan.
Orlando City harus mampu memanfaatkan momentum positif di kandang untuk memutuskan rangkaian hasil negatif yang membayangi mereka sejak musim lalu. Tim pelatih interim dan pengurus klub perlu evaluasi menyeluruh agar performa dan konsistensi bisa segera kembali ke jalur kemenangan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.asatunews.co.id