Podium Sprint Austin Buka Harapan Bastianini, Incar Balas Dendam Di Grand Prix

Enea Bastianini mencatat hasil yang mengejutkan dengan finis di podium pada Sprint Grand Prix Amerika Serikat di Austin, Texas. Hasil ini menjadi titik balik penting setelah akhir pekan yang sulit bagi KTM di Goiânia, Brasil, dan membuka peluang bagi Bastianini untuk menargetkan hasil serupa pada balapan Grand Prix hari Minggu.

Bastianini menutup balapan Sprint di posisi ketiga setelah tampil konsisten sepanjang lomba. Posisi itu juga terbantu oleh sejumlah insiden di lintasan, termasuk kecelakaan beberapa pembalap serta penalti yang diterima Pedro Acosta, sesama rider KTM yang membela tim pabrikan.

Podium yang datang di luar dugaan

Bastianini mengakui capaian itu terasa tidak terduga, terutama jika melihat performa KTM pada dua seri sebelumnya di Brasil dan Thailand. Ia menilai kombinasi kecepatan yang kembali muncul di Austin dan penggunaan ban belakang “normal” ikut membantu dirinya naik ke barisan depan.

“Ini cukup tak terduga setelah akhir pekan di Brasil dan Thailand,” ujar Bastianini, dikutip dari Autohebdo. Ia menambahkan bahwa tim menemukan ritme yang lebih baik di Austin dan mampu memaksimalkan peluang yang ada.

Faktor lintasan dan strategi ban

Hasil podium Bastianini tidak lepas dari perubahan kondisi balapan yang cocok dengan karakter motornya. Pada trek Austin, KTM terlihat lebih kompetitif dibanding beberapa seri sebelumnya, sehingga pembalap Italia itu bisa menjaga posisi dengan lebih stabil.

Berikut faktor yang berkontribusi pada podium Sprint Bastianini:

  1. Kecepatan motor yang kembali kompetitif di Austin.
  2. Pemilihan ban belakang “normal” yang dinilai membantu daya jelajah balapan.
  3. Insiden kecelakaan yang mengurangi persaingan di depan.
  4. Penalti Pedro Acosta yang mengubah urutan hasil akhir.

Bastianini menilai timnya tetap bekerja keras untuk bertahan di kelompok terdepan. Ia juga menyebut keberuntungan memang berperan, tetapi kerja sama tim tetap menjadi kunci untuk mengamankan posisi tiga besar.

Ambisi untuk Grand Prix hari Minggu

Setelah finis di podium Sprint, Bastianini langsung mengalihkan fokus ke balapan Grand Prix yang dijadwalkan dimulai pukul 22:00 waktu Paris. Ia berharap performa pada balapan utama bisa mengikuti hasil positif di Sprint, meski sadar persaingan akan tetap ketat.

“Kami akan mencoba melakukan hal yang sama pada hari Minggu,” kata Bastianini. Pernyataan itu menunjukkan ambisi besar untuk memanfaatkan momentum dan menjaga KTM tetap berada dalam persaingan papan atas di Austin.

Situasi Bastianini di KTM

Sejak bergabung dengan tim Austria pada 2025, Bastianini belum selalu tampil konsisten. Namun, mantan pembalap Ducati itu memilih sikap tenang dan tidak larut dalam keluhan meski menghadapi situasi yang belum ideal.

Ia juga menyinggung adanya kesenjangan performa KTM dari satu sirkuit ke sirkuit lain. Menurut Bastianini, kondisi itu memperlihatkan bahwa tim masih harus menemukan setelan yang lebih stabil agar bisa kompetitif di lebih banyak lintasan.

Posisi internal di KTM masih jadi sorotan

Bastianini berharap KTM tidak hanya memusatkan pengembangan pada Pedro Acosta, yang saat ini menjadi figur paling menonjol di dalam tim. Ia menilai masih ada ruang bagi dirinya untuk mendapat dukungan lebih besar demi memperbaiki hasil secara konsisten.

Saat ini belum jelas bagaimana pembagian fokus pengembangan di KTM pada seri-seri berikutnya. Namun, Bastianini menegaskan bahwa dirinya merasa cukup baik dan ingin tim terus bekerja untuk semua pembalap agar hasil maksimal bisa diraih di setiap balapan.

Austin pun menjadi bukti bahwa KTM masih punya potensi untuk bersaing saat kondisi lintasan dan paket teknisnya mendukung. Dengan podium Sprint sudah di tangan, perhatian Bastianini kini tertuju pada balapan Grand Prix untuk mencoba mengulang hasil positif di Texas.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.asatunews.co.id

Berita Terkait

Back to top button