Roma menataikkan target yang jelas di bawah kendali keluarga Friedkin: membangun tim yang kompetitif tanpa kembali ke pola belanja yang membebani neraca. Di saat yang sama, klub juga harus terus menurunkan masa beban gaji karena pos ini masih menjadi pengeluaran terbesar di internal perusahaan.
Sumber internal klub dan data yang beredar menunjukkan Roma masih mengeluarkan sekitar 140 juta euro bruto per musim hanya untuk skuad pemain dan staf pendukung tim. Bagi pemilik, sasaran berikutnya adalah menekan angka itu agar turun di bawah 100 juta euro dalam satu hingga dua musim, sekaligus menjaga ruang gerak untuk proyek olahraga jangka panjang.
Tekanan gaji masih jadi pekerjaan utama
Ketika Dan Friedkin mengambil alih, kondisi finansial klub disebut berada di atas kemampuan normal belanja. Roma membayar gaji pemain terlalu tinggi, menanggung struktur organisasi yang gemuk, dan menjalankan biaya operasional yang sulit dipertahankan tanpa penyesuaian besar.
Selama lima tahun terakhir, Trigoria sudah melewati fase pemangkasan yang panjang. Namun, proses itu belum selesai karena beban gaji pemain masih menyerap porsi terbesar dari anggaran klub.
Data yang muncul menunjukkan empat pemain dengan kontrak berakhir pada 30 Juni, yakni Paulo Dybala, Stephan El Shaarawy, Lorenzo Pellegrini, dan Zeki Celik, secara gabungan menelan lebih dari 30 juta euro dari monte stipendi. Situasi ini ikut menjelaskan mengapa diskusi perpanjangan kontrak belum bergerak cepat.
Palang finansial yang harus dipenuhi
Roma juga tidak bergerak bebas karena masih terikat pada komitmen dengan UEFA yang ditandatangani pada 2022. Kesepakatan itu mewajibkan klub menutup gap menuju kepatuhan penuh terhadap fair play finansial pada 2025-26 dengan menjaga biaya skuad dan hasil neraca tetap terkendali.
Dalam kerangka itu, Roma harus menjaga deficit gabungan tidak melewati 60 juta euro. Selain amortisasi, UEFA juga menghitung biaya daftar pemain, yaitu gabungan amortisasi dan gaji bruto, yang idealnya harus turun dibanding musim sebelumnya.
Klub memang sempat menerima sanksi kecil dalam proses penyesuaian. Meski begitu, arah perbaikan dinilai positif karena laporan finansial klub menunjukkan tanda-tanda yang lebih sehat dibanding periode sebelumnya.
Target pasar: jual, tahan, atau kurangi beban
Penyesuaian struktur gaji tidak selalu berarti melepas semua pemain mahal. Dalam praktiknya, Roma bisa memilih kombinasi antara tidak memperpanjang kontrak tertentu, menjual pemain bernilai tinggi, atau menyesuaikan komposisi skuad agar biaya tetap sejalan dengan pemasukan.
Berikut tiga langkah yang paling mungkin ditempuh klub:
- Tidak memperpanjang kontrak pemain dengan beban gaji tinggi.
- Menjual aset yang masih punya nilai pasar untuk menciptakan plusvalenza.
- Mengganti pemain berbiaya besar dengan profil yang lebih efisien secara finansial.
Strategi ini penting karena Roma juga harus mematuhi aturan FIGC terkait costo del lavoro allargato. Jika batas itu terlewati, konsekuensinya bisa berupa pembatasan hingga pasar transfer yang tertutup atau hanya bisa bergerak dengan saldo nol.
Aturan Uefa ikut membatasi ruang manuver
Selain aturan domestik, Roma juga tunduk pada “Squad Cost Rule” dari UEFA. Aturan itu menetapkan bahwa biaya skuad tidak boleh melebihi 70% dari pendapatan, sehingga peningkatan gaji besar hanya mungkin jika klub ikut menaikkan pemasukan.
Karena itu, fokus Friedkin tidak hanya pada pemotongan. Klub juga harus menumbuhkan pendapatan lewat penjualan pemain, kinerja olahraga, dan peningkatan nilai komersial agar struktur biaya tetap seimbang.
Dalam daftar 11 pemain dengan gaji tertinggi, total beban mencapai 77 juta euro bruto. Di antara nama-nama itu ada Artem Dovbyk dengan lebih dari 6 juta euro per tahun, Kostas Tsimikas 4,6 juta euro, dan Evan Ferguson 3,3 juta euro.
Posisi pemain mahal tidak selalu aman
Fakta bahwa beberapa nama bergaji besar kini tidak sepenuhnya masuk rencana teknis membuat proses efisiensi terasa lebih realistis. Artinya, pengurangan biaya tidak selalu harus mengorbankan fondasi tim inti, karena sebagian kontrak mahal memang sudah berada di area yang tidak lagi sentral.
Roma kini bergerak di antara dua kepentingan yang sama-sama penting, yaitu menjaga daya saing tim dan menstabilkan struktur keuangan. Dengan beban gaji yang masih tinggi dan tenggat kepatuhan finansial yang terus mendekat, keputusan di pasar transfer akan sangat menentukan arah proyek Friedkin pada musim-musim berikutnya.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.corrieredellosport.it








