MBG Digencarkan, DPR Sorot Jalan Cepat Turunkan Stunting dan Perkuat SDM

Sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis atau MBG terus diperluas sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Program ini juga dipandang dapat membantu menurunkan stunting jika dijalankan dengan pengawasan yang baik dan melibatkan tenaga profesional.

Anggota Komisi IX DPR RI Lucy Kurniasari menyampaikan bahwa MBG merupakan kebijakan strategis yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan sosialisasi bersama Badan Gizi Nasional di Kaza Mall, Surabaya, pada Jumat (27/3).

DPR Soroti Manfaat MBG bagi Gizi Anak dan Keluarga

Lucy menuturkan, program MBG mendapat respons positif dari masyarakat meski sempat muncul kekhawatiran akibat informasi yang beredar di media sosial. Menurut dia, informasi yang tidak utuh kerap menimbulkan keraguan di tengah publik, padahal program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi secara lebih terukur.

Ia menekankan bahwa MBG tidak sekadar membagikan makanan, tetapi mendorong konsumsi makanan bergizi sesuai standar. Pengelolaan program itu juga disebut harus dilakukan oleh tenaga profesional agar kualitas makanan tetap terjaga dan manfaatnya benar-benar dirasakan penerima.

Sasar Kelompok Prioritas

Program MBG diarahkan kepada kelompok yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemenuhan gizi. Kelompok itu meliputi ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan pelajar.

Berikut sasaran utama program MBG yang disebut dalam sosialisasi:

  1. Ibu hamil.
  2. Ibu menyusui.
  3. Balita.
  4. Pelajar.

Lucy menilai pendekatan ini penting karena perbaikan gizi pada kelompok rentan akan berdampak langsung pada tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu. Dalam jangka panjang, langkah tersebut juga dinilai membantu menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.

Dorong Turunnya Stunting

Menurut Lucy, MBG punya hubungan erat dengan upaya penurunan stunting. Asupan makanan bergizi yang teratur dinilai dapat mendukung pencegahan masalah gizi kronis sejak dini, terutama pada keluarga dengan anak usia pertumbuhan.

Ia menegaskan, stunting bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan kualitas SDM. Karena itu, program seperti MBG dipandang sebagai intervensi penting yang perlu dijalankan secara konsisten agar hasilnya bisa terukur.

Perkuat Ekonomi Lokal

Selain manfaat kesehatan, program MBG juga disebut memberi efek ekonomi. Lucy menyampaikan bahwa pelaksanaannya dapat memberdayakan sektor peternakan, pertanian, dan UMKM yang terlibat dalam penyediaan bahan pangan.

Dampak ini membuat MBG tidak berdiri sendiri sebagai program gizi, melainkan ikut menggerakkan rantai pasok lokal. Keterlibatan pelaku usaha kecil dan sektor produksi pangan juga membuka peluang ekonomi baru di daerah.

Bagian dari Strategi Pembangunan Nasional

Program MBG diposisikan sebagai bagian dari strategi pembangunan nasional yang menargetkan penguatan kualitas SDM Indonesia. Pemerintah dan DPR melihat program ini sebagai investasi sosial jangka panjang karena berangkat dari kebutuhan dasar masyarakat, yaitu akses terhadap makanan bergizi.

Di lapangan, keberhasilan program dinilai sangat bergantung pada pengawasan, kualitas distribusi, dan keterlibatan publik. Dengan pelaksanaan yang rapi, MBG berpeluang menjadi salah satu kebijakan yang tidak hanya menekan stunting, tetapi juga membangun fondasi generasi yang lebih kuat dan sehat.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: jatim.jpnn.com

Berita Terkait

Back to top button