Kementerian Perdagangan meminta pelaku usaha tetap menjaga harga Minyakita sesuai harga eceran tertinggi di tengah tekanan biaya bahan baku plastik. Permintaan ini muncul karena kenaikan bijih plastik dinilai ikut memengaruhi biaya produksi sejumlah produk kemasan, termasuk minyak goreng.
Direktur Bina Usaha Dalam Negeri Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Nawandaru Dwi Putra, menegaskan belum ada penyesuaian harga untuk Minyakita. Ia menyampaikan hal itu dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin.
Kemendag minta harga Minyakita tidak berubah
Nawandaru menyebut pemerintah meminta dukungan dan komitmen pelaku usaha agar harga Minyakita tetap sesuai HET. “Untuk Minyakita kami tetap mengharapkan support dan dukungan komitmen dari pelaku usaha untuk tetap harganya sesuai dengan HET, tidak ada perubahan, belum ada penyesuaian sama sekali,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan saat pemerintah memantau perkembangan harga sejumlah komoditas setelah Hari Besar Keagamaan Nasional Lebaran. Dalam 10 hari terakhir, Kemendag mencatat ada beberapa komoditas yang bergerak naik, termasuk minyak goreng.
Dampak kenaikan bahan baku plastik
Nawandaru menjelaskan kenaikan bahan baku bijih plastik memberi tekanan pada produk yang memakai kemasan plastik. Dampaknya dirasakan pada minyak goreng premium, curah, hingga Minyakita.
Meski demikian, pemerintah menilai Minyakita tetap perlu dijaga agar tidak ikut terdorong naik karena produk ini berfungsi sebagai penahan harga di pasar. Keberadaan Minyakita juga diharapkan membantu masyarakat mendapatkan minyak goreng dengan harga yang lebih terjangkau.
Harga Minyakita masih sesuai HET di banyak wilayah
Kemendag mencatat ada 19 provinsi yang masih menjual Minyakita sesuai HET. Sebaran ini mencakup hampir seluruh wilayah di Sumatera, Kalimantan, Jawa, sebagian Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.
Berikut gambaran sebaran daerah yang disebut masih menjual Minyakita sesuai HET:
- Hampir seluruh wilayah Sumatera.
- Hampir seluruh wilayah Kalimantan.
- Hampir seluruh wilayah Jawa.
- Sebagian Sulawesi.
- Bali.
- Nusa Tenggara Barat.
Distribusi masih jadi tantangan di Indonesia timur
Kemendag masih berupaya menekan harga di wilayah Indonesia timur, terutama Papua dan Maluku. Menurut Nawandaru, kenaikan harga di kawasan tersebut lebih banyak dipengaruhi faktor distribusi yang berdampak pada harga di tingkat eceran.
Pemerintah menilai perbaikan rantai pasok menjadi kunci agar harga Minyakita lebih merata di seluruh daerah. Di sisi lain, pasokan yang terjaga juga penting supaya minyak goreng kemasan itu tetap berfungsi sebagai intervensi harga di pasar.
Nawandaru menegaskan bahwa preferensi masyarakat terhadap Minyakita perlu dijaga lewat ketersediaan produk di pasar-pasar. Pemerintah berharap harga tetap stabil, terutama karena Minyakita masih menjadi salah satu pilihan utama rumah tangga untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: kaltim.antaranews.com