Gary Neville Ingatkan Arsenal, Harus Menjaga Emosi Jelang Duel Penentu Lawan Man City

Gary Neville menilai Arsenal harus menjaga keseimbangan emosi saat menghadapi Manchester City di Etihad Stadium pada laga Premier League yang disebut bisa menentukan arah perebutan gelar. Penilaian itu muncul setelah Arsenal kalah 2-1 dari Bournemouth, sementara Manchester City membalas dengan kemenangan 3-0 atas Chelsea dan memangkas jarak di papan atas menjadi enam poin.

Neville menilai tekanan justru bisa menjadi ujian terbesar bagi tim asuhan Mikel Arteta. Ia menyebut suasana menjelang laga akan dipenuhi narasi bahwa City bisa mengejar Arsenal, sehingga The Gunners harus tetap tenang dan tidak larut dalam kepanikan.

Arsenal diminta tidak terbawa emosi berlebihan

Dalam podcast miliknya, Neville mengatakan Arsenal harus menemukan titik seimbang antara semangat dan ketenangan. Ia menilai tim tidak boleh kehilangan sisi agresif yang dibutuhkan untuk menang, tetapi juga tidak boleh tampil terlalu terburu-buru.

“Arsenal harus menemukan keseimbangan emosi itu, yaitu passion dan perjuangan untuk memenangi pertandingan, tetapi tanpa menjadi terlalu putus asa,” kata Neville. Ia menambahkan bahwa tekanan mental dari persaingan gelar dapat membuat kaki pemain terasa berat secara fisik.

Neville juga menilai kekalahan dari Bournemouth bukan karena Arsenal kurang ambisi. Menurutnya, justru keinginan besar untuk meraih gelar pertama dalam 22 tahun bisa membuat para pemain terbebani di momen penting.

Jadwal padat bisa jadi keuntungan

Arsenal masih harus memainkan leg kedua perempat final Liga Champions melawan Sporting Lisbon pada Rabu malam sebelum fokus penuh ke laga kontra City. Neville melihat laga tengah pekan itu bisa membantu Arsenal mengalihkan pikiran dari tekanan perebutan gelar domestik.

Berikut poin utama yang disorot Neville:

  1. Arsenal perlu memulihkan kepercayaan diri setelah kalah dari Bournemouth.
  2. Laga Liga Champions bisa menjaga ritme dan fokus tim.
  3. The Gunners harus datang ke Etihad dengan kepala jernih.
  4. Mereka perlu bermain bebas seperti “anak kecil di taman bermain”, bukan dengan rasa takut.

Neville menilai jika Arsenal punya waktu sepekan penuh untuk memikirkan City, situasinya justru bisa lebih buruk. Ia percaya laga tengah pekan memberi konteks baru dan peluang untuk membangun momentum positif sebelum duel besar di Manchester.

City dinilai punya situasi ideal

Di sisi lain, Neville menyebut Manchester City berada dalam kondisi yang sangat menguntungkan. Tim asuhan Pep Guardiola punya waktu lebih panjang untuk mempersiapkan diri, sementara mereka juga datang dengan pengalaman besar dalam laga-laga penentu gelar.

Ia menyoroti kualitas dan mental juara para pemain City seperti Rodri, Gianluigi Donnarumma, Erling Haaland, Phil Foden, dan Bernardo Silva. Neville memandang perbedaan pengalaman itu akan membuat laga akhir pekan depan berjalan dalam atmosfer yang sangat kontras.

“Untuk Manchester City, mereka punya situasi yang sempurna,” ujar Neville. Ia juga menilai Guardiola akan memanfaatkan dukungan dari stadion dan reputasi besar yang sudah dibangun klub dalam beberapa musim terakhir.

Arteta dan tantangan terakhir menuju garis finis

Neville menegaskan Arsenal tidak boleh berharap gelar datang dengan mudah. Menurutnya, klub yang sedang mengejar trofi pertama setelah penantian panjang hampir pasti harus melewati masa penuh tekanan, termasuk momen sulit seperti kekalahan dari Bournemouth.

Ia menyebut Mikel Arteta kini harus mencari cara khusus untuk memberi keuntungan psikologis kepada timnya. Dalam pandangannya, Arsenal perlu meyakini bahwa perjuangan seperti ini memang bagian dari proses menuju juara, bukan tanda bahwa peluang mereka sudah habis.

Pertandingan Manchester City kontra Arsenal pada akhir pekan depan akan menjadi salah satu laga paling penting dalam perburuan gelar musim ini. Hasil di Etihad bukan hanya memengaruhi selisih poin, tetapi juga bisa menentukan siapa yang lebih kuat secara mental dalam sisa persaingan menuju akhir musim.

Source: www.skysports.com

Terkait