Persiku Jadi Ujian Hidup-Mati PSS, Tiga Kemenangan Penentu Jalan ke Liga 1

PSS Sleman menatap laga melawan Persiku Kudus dengan beban yang sangat besar karena hasil pertandingan itu ikut menentukan peluang mereka menuju Liga 1. Pelatih Ansyari Lubis menegaskan duel di Stadion Maguwoharjo pada malam ini bukan laga biasa, melainkan partai yang harus dimenangkan jika tim ingin tetap menjaga asa di jalur atas klasemen.

Situasi di Grup B Pegadaian Championship 2025/2026 memang semakin ketat. Persipura Jayapura memimpin klasemen dengan 50 poin setelah menang 3-1 atas PSIS Semarang, sementara Barito Putera menguntit di posisi kedua dengan 49 poin usai bermain imbang 3-3 melawan Persiba Balikpapan.

Tiga laga tersisa jadi penentu

PSS saat ini berada di posisi ketiga dengan koleksi 49 poin, sehingga persaingan menuju target promosi makin terbuka sekaligus menekan. Dalam kondisi seperti itu, kemenangan atas Persiku menjadi kebutuhan mutlak karena PSS dituntut meraih poin penuh di tiga laga terakhir untuk tetap bersaing merebut tiket ke Liga 1 atau setidaknya mengamankan posisi runner-up demi playoff.

Ansyari menyebut pertandingan ini sebagai final bagi timnya karena ruang untuk kehilangan poin sudah sangat sempit. Ia juga menilai duel kandang memberi keuntungan tersendiri, sebab tekanan justru akan lebih banyak dirasakan lawan.

“Pertandingan besok bagi kami adalah seperti final yang sangat krusial. Dalam tiga pertandingan tersisa ini, kami harus selalu meraih poin agar tetap bisa bersaing di papan atas,” kata Ansyari dalam jumpa pers di Ruang Media Stadion Maguwoharjo, Minggu (19/4).

Tekanan ada di lawan, PSS minta pemain bermental bertarung

Pelatih asal Sumatera Utara itu meminta para pemain tampil dengan mental kuat sejak menit awal. Ia menilai dukungan suporter di kandang bisa menjadi dorongan penting, terutama saat tim menghadapi tekanan dari situasi klasemen yang ketat.

“Kami bermain di kandang, jadi tekanan ada di lawan. Saya berharap semua pemain punya mental bertarung dan mental untuk memenangkan pertandingan,” ujar Ansyari.

Dengan persaingan yang hanya terpaut tipis di papan atas, detail kecil bisa sangat menentukan hasil akhir. Karena itu, PSS tidak hanya dituntut bermain agresif, tetapi juga menjaga fokus sepanjang laga agar peluang di tiga pertandingan terakhir tetap terjaga.

Rotasi bek kanan disebut bagian dari taktik

Menjelang pertandingan, perhatian juga tertuju pada rotasi di posisi bek kanan. Ansyari menilai perubahan itu bukan masalah besar dan hanya bagian dari penyesuaian taktik sesuai kebutuhan tim.

“Saya kira tidak ada masalah. Itu bagian dari dinamika taktikal dalam tim. Yang pasti, posisi tersebut akan diisi oleh pemain terbaik sesuai kebutuhan tim,” ucapnya.

Ansyari juga memastikan kondisi skuad berada dalam keadaan baik. Tidak ada pemain yang dibekap cedera maupun menjalani akumulasi kartu, sehingga tim bisa menurunkan kekuatan terbaik untuk pertandingan penting ini.

Dengan komposisi skuad yang lengkap dan dukungan publik Maguwoharjo, PSS membawa misi jelas saat menghadapi Persiku. Hasil laga ini akan sangat memengaruhi langkah mereka dalam menjaga peluang promosi, terutama karena dua pesaing terdekat juga masih sama-sama kuat dalam perebutan posisi puncak Grup B.

Source: www.kompas.tv
Exit mobile version