Khofifah Dorong Posyandu Enam SPM, Layanan Dasar Makin Dekat dan Kualitas Hidup Naik

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pos pelayanan terpadu atau posyandu perlu terus bertransformasi agar mampu mendekatkan layanan dasar kepada masyarakat. Pada peringatan Hari Posyandu Nasional, ia menilai pendekatan berbasis enam standar pelayanan minimal atau SPM menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup warga.

Khofifah menyebut posyandu tidak lagi hanya identik dengan layanan kesehatan. Menurut dia, posyandu kini berkembang menjadi pusat layanan terpadu yang menjangkau berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Peran posyandu makin luas

Dalam keterangannya di Surabaya, Khofifah menjelaskan bahwa posyandu merupakan lembaga kemasyarakatan desa atau kelurahan yang berfungsi sebagai wadah partisipasi masyarakat. Posyandu juga menjadi mitra pemerintah dalam perencanaan, pelaksanaan, hingga pengawasan pembangunan di tingkat lokal.

Dengan peran tersebut, posyandu dinilai mampu menghadirkan layanan dasar yang lebih dekat dan mudah diakses warga. Khofifah menekankan bahwa model ini memperkuat pembangunan dari bawah dengan semangat gotong royong.

Pendekatan berbasis enam SPM membuat posyandu tidak berdiri pada satu sektor saja. Layanan yang diintegrasikan mencakup kesehatan, pendidikan, sosial, pekerjaan umum, perumahan rakyat, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat atau trantibumlinmas.

Dorong pelayanan publik yang lebih inklusif

Khofifah menilai integrasi enam SPM dapat membuat masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan layanan dasar. Ia menyebut posyandu hadir sebagai pusat layanan yang inklusif sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi.

Melalui fungsi itu, posyandu dapat membantu meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung pembangunan desa secara partisipatif. Pada saat yang sama, keberadaan posyandu disebut ikut mendorong kesejahteraan keluarga dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Di Jawa Timur, posyandu memiliki skala yang besar. Terdapat 46.414 posyandu yang didukung oleh 301.013 kader kesehatan dan tersebar di seluruh wilayah provinsi tersebut.

Kader jadi ujung tombak layanan

Khofifah memberi perhatian khusus pada peran kader posyandu yang dinilai menjadi ujung tombak pelayanan di tingkat masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi para kader yang dinilai berperan penting dalam menjaga kesehatan dan kesejahteraan warga.

Keberadaan kader membuat posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat layanan, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat. Melalui kerja para kader, posyandu dapat terus hadir sebagai jembatan antara kebutuhan warga dan layanan pemerintah.

Khofifah juga menegaskan bahwa transformasi posyandu memerlukan dukungan banyak pihak. Sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat disebut menjadi kunci agar pembangunan berbasis komunitas berjalan lebih kuat menuju Indonesia Emas.

Source: jatim.antaranews.com
Terkait