Cole Palmer kini berada dalam tekanan untuk segera meningkatkan performanya di Chelsea. Di saat yang sama, Morgan Gibbs-White tampil begitu tajam bersama Nottingham Forest hingga ikut mengancam posisi Palmer dalam persaingan menuju skuad Piala Dunia.
Situasi ini membuat setiap penampilan di level klub terasa sangat penting. Gibbs-White sedang memanfaatkan momentum terbaiknya justru pada fase ketika para pemain nomor 10 yang berada di atasnya dalam pertimbangan manajer mulai merasakan tekanan besar.
Gibbs-White menjadi pencetak gol terbanyak bersama di Premier League pada 2026 dengan 10 gol. Ia tampil lebih bebas dan lebih menyerang di bawah asuhan Vitor Pereira, dan perannya sangat vital untuk membantu Garibaldi bertahan di liga.
Pengaruhnya tidak berhenti di kompetisi domestik. Tujuh dari 10 gol itu ia cetak sejak awal Maret, termasuk gol penentu kemenangan melawan Porto pada perempat final Liga Europa.
Ia juga menutup rangkaian performa gemilangnya dengan hat-trick dalam kemenangan telak atas Burnley pada bulan April. Setelah itu, ia kembali menyumbang satu gol dan satu assist saat Forest menang besar atas Sunderland pada laga berikutnya.
Performa seperti itu membuat posisinya kembali kuat dalam pertimbangan untuk skuad Piala Dunia. Aksi Gibbs-White di City Ground juga terasa seperti jawaban langsung atas pengabaian yang sebelumnya ia terima dari Thomas Tuchel.
Vitor Pereira pun memberi pujian terbuka kepada gelandangnya itu. Menurut Pereira, Gibbs-White memahami permainan, punya semangat, dan selalu ingin memikul tanggung jawab saat tim sedang kesulitan.
Pereira menegaskan bahwa Gibbs-White tidak menghindar ketika pertandingan berjalan berat. Ia justru meminta bola, ingin mencetak gol, dan ingin memberi assist.
Bagi Palmer, situasinya menjadi semakin rumit karena persaingan di posisinya terus mengeras. Jika tidak segera menunjukkan level terbaik di Chelsea, ruangnya di dalam skuad Piala Dunia bisa semakin terancam oleh performa Gibbs-White yang sedang naik tajam.
Source: www.goal.com