Kerala Blasters Bersiap Kehilangan Pelatih Terbaiknya, Masa Depan Sepak Bola India Masih Gelap

Kerala Blasters menghadapi akhir musim yang penuh ketidakpastian justru saat mereka menemukan kembali momentum terbaiknya. Di pusat cerita ini ada Ashley Westwood, sosok yang oleh banyak pendukung dianggap sebagai pelatih terbaik yang pernah dimiliki klub, tetapi masa depannya belum bisa dibicarakan sebelum masa depan sepak bola India sendiri lebih jelas.

Kekhawatiran terbesar bukan hanya soal komposisi tim musim depan, melainkan juga keberlangsungan klub. Sumber yang dekat dengan klub menyebut ancaman penghentian operasional itu nyata karena beban finansial muncul di tengah belum selesainya penunjukan mitra komersial oleh AIFF.

Westwood datang ke Kerala Blasters sebagai pelatih interim saat jeda internasional pada Maret. Situasinya saat itu sangat sulit karena tim hanya meraih satu poin dari enam laga awal setelah memulai musim bersama pelatih asal Spanyol, David Catala.

Hasil kerja Westwood langsung mengubah arah tim. Dalam enam pertandingan berikutnya, Blasters mengumpulkan 13 poin lewat empat kemenangan dan satu hasil imbang, sebuah lonjakan yang membuat performa mereka jauh lebih stabil.

Perubahan itu juga mengangkat reputasi Westwood di mata publik klub. Banyak pendukung Blasters mulai mendorong agar posisinya dibuat permanen supaya ritme permainan dan momentum yang sudah terbentuk tidak hilang begitu saja.

Namun, Westwood memilih menahan semua pembicaraan soal kontrak baru. Dalam konferensi pers pra-pertandingan terakhirnya musim ini, jelang laga kandang melawan FC Goa di Kochi pada 18 Mei, ia menegaskan bahwa pembicaraan baru akan dibuka setelah situasi di luar lapangan benar-benar jelas.

Ia mengatakan manajemen sudah beberapa kali meminta pertemuan. Tetapi ia menekankan bahwa kedatangannya adalah untuk membantu, fokus pada tujuh laga yang ada, lalu membahas masa depan setelah semuanya selesai dan keadaan sudah tenang.

Westwood juga menolak masuk ke pertanyaan spekulatif mengenai masa depannya. Ia menyebut tidak ingin membahas “if, buts, maybes” selama belum ada kepastian, sambil menegaskan bahwa saat ini “tidak ada yang tahu masa depan sepak bola India”.

Konteks ketidakpastian itu tidak hanya memengaruhi Kerala Blasters. Semua klub ISL kecuali East Bengal sudah mengajukan proposal kepada AIFF, dan sebuah pertemuan dijadwalkan pada 22 Mei untuk membahas langkah berikutnya.

Sebelumnya, Genius Sports, perusahaan data dan teknologi olahraga asal Inggris, mengajukan tawaran tertinggi senilai ₹64 crore per tahun selama 20 tahun untuk menjadi mitra komersial liga. Namun, menurut laporan, para klub tidak ingin operasional liga dan tanggung jawab komersialnya dibagi dengan pihak luar.

Situasi itu membuat masa depan klub dan pelatih saling berkaitan erat. Selama krisis ISL belum tuntas, Westwood memilih tetap berada di jalur yang sama: berlatih, bermain, dan menunggu peta sepak bola India menjadi lebih pasti.

Source: www.onmanorama.com
Exit mobile version