Presiden Prabowo Subianto mendorong anak muda Indonesia tidak hanya memburu kursi aparatur sipil negara, tetapi juga berani masuk ke dunia usaha. Pesan itu ia sampaikan saat menekankan pentingnya lahir lebih banyak pengusaha muda yang kuat, punya daya saing, dan tidak bergantung pada jalur karier yang sama.
Prabowo menilai Indonesia memerlukan lebih banyak pelaku usaha yang memiliki inovasi, inisiatif, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan manajerial yang baik. Karena itu, pemerintah ingin membuka pendidikan kewirausahaan untuk mendorong munculnya pengusaha-pengusaha muda baru.
Dorongan ke pendidikan kewirausahaan
Pemerintah juga menyiapkan dukungan berupa kredit perusahaan rintisan atau startup bagi anak muda yang sudah menyelesaikan pendidikan kewirausahaan. Skema ini diarahkan agar generasi muda punya kesempatan tumbuh menjadi pengusaha yang kuat.
Prabowo menegaskan, dukungan seperti itu dibutuhkan supaya lahir pengusaha baru yang tidak hanya jumlahnya lebih banyak, tetapi juga lebih tangguh. Ia menyebut demokrasi ekonomi harus memberi ruang agar peluang usaha tidak hanya berputar pada kelompok yang sama.
Sektor swasta tetap dibutuhkan
Di saat yang sama, Prabowo menekankan bahwa perbaikan tata kelola ekonomi nasional bukan berarti Indonesia tidak memerlukan sektor swasta. Menurut dia, perekonomian Indonesia justru harus dibangun melalui konsep Indonesia Incorporated, yakni ekonomi yang berlandaskan semangat kekeluargaan dan gotong royong.
Ia menggambarkan bahwa pihak yang kuat harus membantu pihak yang lemah. Sementara itu, kelompok yang lemah dapat berhimpun melalui usaha bersama seperti koperasi.
Prabowo juga menyebut sistem ekonomi yang paling cocok untuk Indonesia adalah ekonomi jalan tengah. Ia mengatakan model itu mengambil unsur terbaik dari sosialisme dan kapitalisme, dengan tetap memberi ruang bagi peran negara.
Menurut dia, negara tetap dibutuhkan untuk perlindungan, pengawasan, serta keberpihakan demi menjamin keadilan dan pemerataan. Dengan arah itu, dorongan kepada anak muda untuk menjadi pengusaha diposisikan sebagai bagian dari upaya memperluas partisipasi ekonomi di tengah kebutuhan Indonesia akan sektor swasta yang lebih dinamis.
Source: tribratanews.polri.go.id