Golden Knights Menang di Game 1 yang Bizarre, Kesalahan Hurricanes dan Konsistensi Vegas Jadi Penentu

Vegas Golden Knights membuka Final Piala Stanley dengan kemenangan 5-4 yang terasa kacau sejak awal. Carolina Hurricanes sempat unggul dua gol, tetapi keunggulan itu hilang dan pertandingan berubah menjadi duel penuh kesalahan, comeback, dan gol penentu di menit-menit akhir.

Game 1 memberi gambaran jelas bahwa seri ini tidak akan berjalan lurus. Hurricanes dan Golden Knights sama-sama sempat kehilangan kendali, namun Vegas pulang dengan kemenangan tandang dan modal penting menuju Game 2 pada Kamis.

Pertandingan yang tak biasa sejak puck drop

Nikolaj Ehlers mencetak gol hanya dalam 25 detik setelah puck drop, sesuatu yang jarang terjadi melawan struktur pertahanan Carolina yang selama postseason termasuk yang terbaik. Ehlers kemudian menambah gol lagi lebih dari 12 menit kemudian, sebelum Shea Theodore memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 di akhir periode pertama.

Carolina lalu kehilangan keunggulan pada awal periode kedua dan kembali kebobolan tak lama sesudahnya. Dua gol itu lahir dari turnover yang tidak biasa, sebelum kapten Jordan Staal mencetak gol final Piala Stanley pertamanya dalam 17 tahun dan membuat situasi kembali hidup.

Golden Knights nyaman saat tertinggal

Vegas justru terlihat paling berbahaya ketika dipaksa mengejar. Theodore memulai kebangkitan itu, lalu Ivan Barbashev dan William Karlsson mencetak dua gol dalam rentang lima menit untuk membalikkan keadaan.

Tim ini memang sudah menunjukkan pola serupa sepanjang playoff. Salah satu kunci mereka saat menyapu Colorado Avalanche di final Wilayah Barat adalah tidak memberi lawan ruang untuk bangkit, dan Game 1 kembali memperlihatkan kemampuan itu dalam situasi yang kacau.

Carolina sempat hidup lagi, lalu dihukum di akhir

Hurricanes belum selesai setelah tertinggal lagi. Shayne Gostisbehere menyamakan kedudukan menjadi 4-4 di pertengahan periode ketiga dan membuat Carolina punya peluang untuk mencuri pertandingan.

Namun Tomas Hertl mencetak gol kemenangan kurang dari empat menit tersisa. Gol itu memberi Vegas kemenangan dalam Game 1 untuk seri keempat beruntun mereka di postseason, sekaligus meninggalkan Carolina dengan banyak pekerjaan rumah.

Poin penting untuk Game 2

Salah satu perhatian utama Carolina adalah produksi dari lini kedua. Tim itu mencetak empat gol, tetapi tidak mendapat kontribusi dari Taylor Hall, yang memimpin poin Hurricanes selama tiga putaran pertama.

Hall hanya melepas dua tembakan, dan lini yang ia isi bersama Logan Stankoven serta Jackson Blake juga tak menghasilkan poin. Trio itu sebelumnya menjadi salah satu yang paling berbahaya di postseason, sehingga ketajaman mereka akan sangat penting jika Carolina ingin menyamakan seri.

Di kubu Vegas, Brett Howden kembali menjadi sosok yang layak diperhatikan. Ia mencatat assist pada gol penyeimbang dan kemudian mencetak gol yang memberi Golden Knights keunggulan 4-3 di awal periode ketiga.

Howden kini memimpin playoff dalam gol dengan 11 gol, dan penampilan dua poin di Game 1 menambah bobot pembicaraan soal peluangnya dalam perebutan Conn Smythe Trophy. Vegas masih punya banyak kandidat lain, tetapi pengaruh Howden di laga yang sulit dikendalikan membuat namanya semakin relevan.

Kesalahan Carolina jadi titik krusial

Masalah terbesar Hurricanes ada pada pengelolaan puck. Kegagalan membersihkan zona sendiri membuka jalan bagi gol penyeimbang Barbashev, lalu turnover di belakang gawang berujung pada gol Karlsson yang membuat Vegas unggul 3-2.

Masalah serupa muncul lagi di awal periode ketiga saat Carolina gagal mengeluarkan puck dari zona. Situasi itu berakhir dengan gol Howden, dan hanya penyelamatan Fredrik Andersen terhadap peluang jarak dekat Pavel Dorofeyev yang mencegah kerusakan lebih besar.

Apa arti angka-angka untuk Vegas

Data juga menunjukkan betapa tidak stabilnya permainan Golden Knights di Game 1. Natural Stat Trick mencatat Vegas hanya memiliki shot share 33,3 persen pada 5-on-5 di periode pertama, naik menjadi 53,8 persen di periode kedua, lalu turun lagi ke 34,3 persen saat mereka mencetak dua gol di periode ketiga.

Secara keseluruhan, Vegas menutup laga dengan shot share 39,7 persen. Angka itu menegaskan bahwa mereka tidak harus selalu dominan dalam penguasaan untuk menang, tetapi konsistensi puck possession bisa sangat membantu jika seri ini berlanjut dengan tempo seterchaotic Game 1.

Source: www.espn.com

Berita Terkait

Back to top button