Gempa M 7,7 Guncang Filipina, 3 Tewas dan Tsunami Ancam Pesisir Selatan

Korban jiwa akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Filipina selatan bertambah menjadi tiga orang. Guncangan kuat itu juga memicu peringatan tsunami dan membuat otoritas meminta warga pesisir segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Gempa lepas pantai tersebut mengguncang area sekitar General Santos, kota di Filipina selatan dengan sekitar 720.000 penduduk. Serangkaian gempa susulan yang kuat menyusul sekitar dua jam setelah gempa pertama, menurut Survei Geologi Amerika Serikat atau USGS.

Di Alabel, kota dekat General Santos, dua orang dilaporkan tewas tertimpa tembok yang runtuh. Sersan Kepala Robert Dagon dari kepolisian General Santos juga mengonfirmasi satu kematian lain dan empat korban luka-luka.

Video yang diunggah ke media sosial dan diverifikasi AFP memperlihatkan pusat perbelanjaan dengan restoran cepat saji Jollibee di Kota General Santos hancur menjadi puing-puing. Di lokasi lain, sebuah gedung sekolah yang menurut pejabat tidak berpenghuni juga ambruk.

Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyebut gelombang tsunami mungkin terjadi dalam tiga jam ke depan di sepanjang pantai Filipina, Indonesia, Palau, Taiwan, dan Papua Nugini. Peringatan itu membuat perhatian meluas ke sejumlah wilayah di sekitar Samudra Pasifik.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos memerintahkan penghentian kegiatan belajar mengajar di daerah terdampak di Pulau Mindanao. Ia juga menyerukan warga di wilayah pesisir untuk segera mengungsi.

“Pindah ke tempat yang lebih tinggi sekarang. Jangan menunggu,” kata Marcos. “Hidup Anda lebih penting daripada apa pun yang tertinggal.”

Di Kiamba, kota pesisir dekat pusat gempa, sekitar 50.000 penduduk telah mengungsi. Kepala penanggulangan bencana regional Agripino Dacera mengatakan sekitar 80 persen penduduk sudah pindah ke tempat yang lebih tinggi.

“Semua desa di sepanjang pantai diinstruksikan untuk menuju ke pusat-pusat evakuasi,” kata Dacera. Bandara di General Santos juga ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, sementara operasi penyelamatan masih berlangsung di sejumlah titik terdampak.

Source: news.detik.com

Berita Terkait

Back to top button