Kekalahan 1-2 dari Pantai Gading memberi sinyal keras kepada Prancis bahwa status unggulan tidak otomatis menjamin hasil. Di tengah skuad yang dipenuhi pemain bintang, Les Bleus justru pulang dengan pelajaran penting jelang Piala Dunia 2026.
Prancis sempat memimpin lebih dulu lewat Rayan Cherki pada akhir babak pertama di Stade de la Beaujoire – Louis Fonteneau, Nantes. Namun, Pantai Gading membalikkan keadaan setelah jeda melalui gol Guela Doue dan Amad Diallo.
Hasil ini terasa mengejutkan karena Prancis menurunkan sejumlah pemain terbaiknya. Tim Ayam Jantan tetap kesulitan saat menghadapi lawan yang level pemainnya disebut berada di bawah mereka.
Didier Deschamps menilai kekalahan itu harus dibaca sebagai peringatan, bukan sekadar hasil uji coba biasa. Ia menegaskan kualitas pemain saja tidak cukup untuk menjamin kemenangan di level tertinggi.
Pelatih Prancis itu mengatakan timnya tidak boleh lengah dan jemawa dengan status unggulan. Menurutnya, hasil di Nantes menunjukkan bahwa mereka masih perlu menjaga fokus dan disiplin dalam setiap laga.
Peringatan itu terasa relevan karena Prancis akan tampil di Grup I Piala Dunia 2026 bersama Senegal, Irak, dan Norwegia. Laga pembuka mereka di fase grup akan mempertemukan Prancis dengan Senegal pada 16 Juni mendatang.
Deschamps juga menyoroti bahwa Senegal punya gaya main yang mirip dengan Pantai Gading. Ia menilai pengalaman di Nantes bisa membantu timnya menghadapi tipe lawan serupa dengan persiapan yang lebih matang.
Source: sport.detik.com