Nilai Teori Nyaris Sempurna, Siswa SMAK Penabur Ini Bawa Pulang Emas IPhO 2026

Author: Qoo Media

Prestasi besar datang dari Bucaramanga, Kolombia, saat Evan Syatia To, siswa SMAK Penabur Gading Serpong program Brilliant Class, meraih medali emas di International Physics Olympiad (IPhO) 2026. Dalam ajang yang mempertemukan 381 siswa terbaik dari 93 negara itu, Evan juga mencatat nilai teori nyaris sempurna, 29,5 dari total 30 poin.

Pencapaian tersebut terasa menonjol karena IPhO ke-56 berlangsung sangat kompetitif dan menguji peserta dalam dua hari penuh. Para siswa harus melewati tiga soal teori dan satu soal eksperimen, sementara waktu pengerjaan menjadi tantangan utama yang menentukan hasil akhir.

Ujian yang Ketat, Hasil yang Menonjol

Evan menyebut kendala terbesar di IPhO 2026 bukan hanya tingkat kesulitan soal, melainkan keterbatasan waktu. Ia juga harus cepat memahami peralatan eksperimen yang disediakan agar bisa mengumpulkan data berkualitas.

“Kendalanya adalah waktu pengerjaan yang terbatas, sehingga saya perlu mengalokasikan waktu dengan baik. Untuk eksperimen, saya juga perlu memahami cara menggunakan peralatan yang disediakan dan dapat mengambil data yang berkualitas,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Kamis (16/7/2026).

Meski begitu, Evan mampu menjawab tantangan itu dengan medali emas dan nilai teori yang hampir penuh. Ia mengatakan kemenangan ini datang tanpa ekspektasi besar.

“Rasanya senang dan bersyukur bisa dapat emas, sama sekali tidak berekspektasi,” ungkap Evan, yang sebelumnya juga meraih emas di Asian Physics Olympiad (APhO) 2026.

Ajang Lokasi Hasil Evan Catatan
IPhO 2026 Bucaramanga, Kolombia Medali emas Nilai teori 29,5 dari 30
APhO 2026 Tidak disebutkan Medali emas Prestasi sebelumnya

Selain medali, Evan juga mendapat pengalaman berharga selama kompetisi. Ia bertemu siswa dari berbagai negara dan banyak berdiskusi soal sains dalam suasana yang disebutnya sangat internasional.

“Suasana di sana (Kolombia) begitu internasional, saya bertemu dengan siswa dari berbagai negara dan banyak ngobrol serta bertukar pikiran dengan mereka,” tuturnya.

Perjuangan Dua Tahun Sejak Kelas X

Keberhasilan Evan di panggung dunia lahir dari proses panjang yang dimulai sejak duduk di kelas X. Ia mengikuti kelas olimpiade di sekolah, belajar mandiri dalam jumlah besar, dan mendapat dukungan penuh dari guru selama persiapan hingga kompetisi.

Kepala SMAK Penabur Gading Serpong, Kristina Tarigan, mengatakan sekolah menyiapkan pembinaan yang terstruktur untuk siswa berprestasi. Persiapan itu mencakup pendalaman materi dan latihan di jam belajar sekolah, pelatihan tambahan di asrama, serta evaluasi pola pembinaan bersama guru dan komunitas belajar yang aktif.

Kristina juga menekankan pentingnya karakter selain prestasi akademik. Menurut dia, siswa perlu rendah hati, disiplin, dan mau berbagi ilmu, sambil tetap mengingat bahwa kejujuran lebih utama daripada sekadar prestasi.

“Selamat atas pencapaian yang diraih oleh Evan. Prestasi besar tidak lahir dari keberuntungan, tetapi dari doa, disiplin, kerja keras, kolaborasi, dan ketekunan,” ucap Kristina.

Ia menambahkan bahwa medali emas ini bukan hanya milik Evan, tetapi juga buah dukungan orang tua, guru, sekolah, pemerintah, dan kasih karunia Tuhan. Ia berharap pencapaian tersebut bisa menginspirasi lebih banyak siswa untuk berani bermimpi dan mengharumkan nama Indonesia.

Sambutan Hangat dari Bandara hingga Pemerintah

Kedatangan Evan bersama tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, disambut oleh orang tua, kepala sekolah, guru, dan para pemangku kepentingan. Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto, hadir dan menyampaikan kebanggaannya.

“Reputasi Indonesia dipertaruhkan dan alhamdulillah dengan semangat yang menyala mereka bisa meraih medali. Berdasarkan arahan dari Pak Menteri, beliau berharap pencapaian ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi harapannya anak-anak ini dapat menjadi peneliti muda dan inovator hebat,” ujar Mariman.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Prestasi Nasional Maria Veronica Irene Herdjiono menyebut capaian IPhO 2026 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Menurut dia, hasil itu lahir dari pembinaan sekolah, daerah, dan persiapan mandiri para siswa.

Maria menjelaskan bahwa Kemendikdasmen memberi fasilitas aktualisasi lewat Olimpiade Sains Nasional untuk mengasah kemampuan siswa, lalu membina mereka lebih lanjut di Pemusatan Latihan Nasional. Ia juga menyampaikan bahwa peraih prestasi di IPhO 2026 akan mendapat dukungan keberlanjutan pendidikan melalui Beasiswa Talenta Indonesia.

Bidik Kampus Luar Negeri

Saat ini Evan sudah duduk di kelas XII dan bersiap melanjutkan pendidikan ke universitas. Ia berharap medali emas IPhO 2026 dapat membantu proses aplikasi kuliah, dengan tujuan mencoba mendaftar ke universitas di luar negeri.

Prestasi Evan juga menjadi contoh penerapan profil BEST BPK Penabur, yang menekankan karakter tangguh, penguasaan ilmu, kepedulian sosial, dan pengandalan kepada Tuhan. Di tengah semua pencapaian itu, SMAK Penabur Gading Serpong terus mendorong siswanya untuk tumbuh sebagai pribadi yang disiplin, rendah hati, dan bermanfaat bagi banyak orang.

SMAK Penabur Gading Serpong sendiri berlokasi di Jalan Kelapa Gading Barat Raya, Gading Serpong, Pakulonan Barat, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten. Informasi lebih lanjut mengenai sekolah ini tersedia melalui laman psbjakarta.bpkpenabur.or.id.

Terbaru