Riset yang melibatkan dosen Fakultas Pertanian Universitas Jambi (Unja), Dr. Forst. Bambang Irawan, meraih predikat National Champion Germany dalam Frontiers Planet Prize 2026. Penghargaan ini diberikan untuk penelitian tentang upaya meningkatkan keanekaragaman hayati di lanskap perkebunan kelapa sawit.
Tim peneliti mengusulkan keberadaan pulau-pulau pohon atau tree islands yang lebih beragam dan berukuran lebih besar di tengah perkebunan. Pendekatan tersebut dinilai dapat menjaga pohon asli sekaligus mendukung fungsi ekonomi kawasan sawit.
Pulau pohon untuk lanskap sawit
Penelitian itu dituangkan dalam artikel ilmiah berjudul “Diverse and Larger Tree Islands Promote Native Tree Diversity in Oil Palm Landscapes”. Studi tersebut lahir dari kolaborasi riset internasional yang menyoroti pengelolaan perkebunan kelapa sawit dengan perhatian pada pemulihan ekosistem.
Hasil riset menunjukkan bahwa pulau pohon yang memiliki keragaman lebih tinggi dan area lebih besar dapat meningkatkan keragaman pohon asli. Temuan ini relevan bagi upaya konservasi keanekaragaman hayati di tengah lanskap perkebunan.
Keberadaan pohon asli tidak hanya dibahas sebagai unsur penghijauan di kawasan sawit. Tim peneliti menempatkannya sebagai bagian dari pendekatan pengelolaan yang berupaya menggabungkan pemulihan ekosistem, konservasi, dan keberlanjutan kawasan perkebunan.
Bambang Irawan berperan dalam pengembangan serta penyebarluasan hasil penelitian tersebut. Riset itu kemudian menjadi dasar bagi rekomendasi pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang lebih ramah lingkungan.
Pengakuan untuk riset dari Indonesia
Menurut informasi yang dikutip Kompas.com dari situs Unja, capaian ini memperlihatkan bahwa riset yang bersumber dari lanskap Indonesia dapat memperoleh pengakuan di komunitas sains global. Penelitian tersebut juga dinilai memberi kontribusi bagi pelestarian keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan di kawasan perkebunan.
“Capaian ini adalah bukti bahwa riset yang bersumber dari lanskap Indonesia memiliki dampak nyata dan diakui oleh komunitas sains global. Kami berharap formula ‘pulau pohon’ ini bisa menjadi standar baru pengelolaan sawit yang ramah lingkungan,” kata Bambang Irawan.
Predikat National Champion Germany membawa tim penulis ke tahapan seleksi berikutnya di tingkat global. Para juara nasional dari berbagai negara akan bersaing untuk memperebutkan posisi International Champions.
| Tahapan | Hasil atau peserta | Dukungan |
|---|---|---|
| Frontiers Planet Prize 2026 | Tim Bambang Irawan menjadi National Champion Germany | Melaju ke seleksi global |
| Seleksi global | Juara nasional dari berbagai negara | Memilih 3 International Champions |
| International Champions | 3 tim terpilih | Masing-masing memperoleh pendanaan riset 1 juta dolar AS |
Peluang pendanaan riset lanjutan
Frontiers Planet Prize merupakan penghargaan ilmiah global bagi penelitian terobosan yang menawarkan solusi berbasis sains untuk tantangan planet. Isu yang menjadi perhatian ajang ini mencakup perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan keberlanjutan lingkungan.
Apabila berhasil menjadi International Champions, setiap tim akan memperoleh pendanaan riset sebesar 1 juta dolar AS. Dana itu dapat digunakan untuk pengembangan penelitian lanjutan serta penerapan solusi ilmiah di lapangan.
Bagi riset pulau pohon di perkebunan kelapa sawit, tahapan global tersebut membuka peluang untuk memperluas pengembangan solusi yang telah diteliti. Fokusnya tetap pada peningkatan keragaman pohon asli tanpa mengabaikan fungsi ekonomi perkebunan.
