Pesisir Banyuwangi menyimpan temuan baru berupa ikan gobi udang yang selama ini belum tercatat sebagai spesies tersendiri. Ikan bernama Tomiyamichthys oriens ini terlihat mirip dengan kerabatnya dari Jepang, tetapi memiliki sejumlah pembeda yang konsisten.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menetapkan ikan tersebut sebagai spesies baru setelah menggabungkan pemeriksaan bentuk tubuh dan analisis DNA. Temuan ini kembali menunjukkan bahwa biodiversitas laut Indonesia, khususnya di wilayah pesisir, belum seluruhnya terdokumentasi.
Berbeda Meski Mirip dengan Ikan dari Jepang
Spesies baru ini berasal dari genus Tomiyamichthys, kelompok ikan gobi udang atau shrimpgoby yang hidup di dasar perairan. Penelitian berawal dari dua individu ikan hias laut yang ditemukan di perairan Banyuwangi, Jawa Timur.
Hasil kajian menunjukkan T. oriens memiliki kemiripan dengan Tomiyamichthys hyacinthinus yang berasal dari Jepang. Namun, peneliti menemukan perbedaan pada ciri tubuh maupun tingkat molekuler yang cukup untuk memisahkan keduanya.
| Aspek | Tomiyamichthys oriens | Tomiyamichthys hyacinthinus |
|---|---|---|
| Lokasi yang disebutkan | Pesisir Banyuwangi, Jawa Timur | Jepang |
| Perbedaan genetik | Berbeda 3,1% | Menjadi spesies pembanding terdekat |
| Ciri pembeda yang dikaji | Sirip, sisik, jari-jari insang, warna tubuh, dan DNA | Berbeda dari T. oriens pada karakter tersebut |
Perbedaan itu mencakup jumlah jari-jari sirip, jumlah sisik, serta jumlah jari-jari insang. Pola warna tubuh juga menjadi salah satu penanda penting, bersama hasil pemeriksaan DNA mitokondria.
Peneliti menggunakan penanda DNA mitokondria cytochrome c oxidase subunit I atau COI dalam proses identifikasi. Analisis tersebut memperlihatkan jarak genetik sebesar 3,1 persen dibandingkan T. hyacinthinus.
Kunto Wibowo dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN menjelaskan bahwa penetapan spesies baru tidak hanya bersandar pada satu jenis pemeriksaan. Pendekatan yang digunakan adalah taksonomi integratif, yakni memadukan bukti morfologi dan DNA.
“Kami mengombinasikan karakter morfologi dengan analisis DNA untuk memperoleh bukti yang lebih komprehensif. Hasilnya menunjukkan T. oriens memiliki karakter yang konsisten dan berbeda dari spesies terdekatnya sehingga layak ditetapkan sebagai spesies baru,” kata Kunto dalam keterangan BRIN.
Lima Bercak Jingga Menjadi Ciri Khas
Tomiyamichthys oriens memiliki lima bercak jingga terang berukuran besar yang memanjang di sepanjang tubuhnya. Pada bagian kepala, ikan ini juga mempunyai bercak kuning kecil yang membedakannya dari spesies lain dalam genus yang sama.
Ikan jantan memiliki dua filamen memanjang pada sirip punggung pertama. Kombinasi pola warna dan bentuk sirip tersebut menjadi bagian dari karakter yang diperiksa saat membedakan spesies ini dengan kerabat terdekatnya.
Penelitian mengenai spesies baru ini diterbitkan dalam jurnal internasional ZooKeys Volume 1283 Tahun 2026. Artikel ilmiahnya berjudul Tomiyamichthys oriens, a new species of shrimpgoby (Teleostei, Gobiidae) from the coast of Banyuwangi, East Java, Indonesia.
Riset tersebut melibatkan Kunto Wibowo, Hilda M. Pratiwi, dan Anik B. Dharmayanthi dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN. Kolaborasi juga melibatkan Agus Priyadi dan Ruby V. Kusumah dari Pusat Riset Zoologi Terapan, serta Djohan Tjiptadi dan Wiwi Tarmini dari CV Cahaya Baru.
Nama yang Merujuk pada Timur dan Matahari Terbit
Nama oriens diambil dari bahasa Latin yang berarti timur atau matahari terbit. Nama itu merujuk pada warna jingga cerah ikan sekaligus identitas Banyuwangi yang dikenal sebagai The Sunrise of Java.
Menurut Kunto, penamaan spesies juga merupakan pengakuan terhadap lokasi penemuannya. Ia berharap temuan tersebut dapat mendorong penelitian lanjutan mengenai kekayaan biodiversitas laut Indonesia.
Sejauh ini, T. oriens baru diketahui hidup di pesisir Banyuwangi. Habitatnya berada di dasar perairan berpasir dan, berdasarkan informasi nelayan setempat, ikan itu ditemukan di perairan dangkal.
Kelompok gobi udang umumnya berasosiasi dengan udang, tetapi hubungan ekologis T. oriens dengan pasangan udangnya masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian berikutnya dapat membantu menjelaskan sebaran, kebiasaan hidup, serta status keberadaan ikan ini di perairan Banyuwangi.







