Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap oleh pasukan AS dalam operasi militer di Caracas dan segera dibawa ke pangkalan militer Amerika Serikat. Setelah tiba di AS, Maduro berada di bawah penjagaan ketat Biro Investigasi Federal (FBI).
Mantan Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa Maduro bersama istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap dan diterbangkan keluar dari Venezuela. Operasi ini merupakan puncak kampanye AS melawan perdagangan narkoba, migrasi ilegal, dan narko-terorisme yang berasal dari wilayah itu.
Serangan militer AS mencakup penyerangan fasilitas sandar kapal di Venezuela yang diduga basis kegiatan kartel narkoba. Ini menjadi bukti nyata pertama intervensi militer AS secara terbuka di wilayah daratan Venezuela.
Pemerintah Venezuela mengecam keras serangan ini sebagai bentuk agresi militer dan campur tangan yang bertujuan menggulingkan pemerintahan Maduro demi menguasai sumber daya minyak. Mereka menilai operasi tersebut melanggar kedaulatan nasional dan menyerukan mobilisasi rakyat untuk menolak aksi imperialis ini.
Nicolas Maduro sendiri membantah semua tuduhan keterlibatan dalam perdagangan narkoba. Sebelum serangan, ia sempat menawarkan kerja sama kepada pemerintah AS terkait penanganan narkotika dan masalah migrasi, namun tidak diindahkan.
Berikut faktor utama penyebab serangan AS ke Venezuela:
1. Ancaman perdagangan narkoba yang mengalir dari Venezuela ke AS dan negara lain.
2. Migrasi massal ilegal warga Venezuela yang dianggap meresahkan negara tujuan.
3. Upaya penanganan narko-terorisme yang dianggap sebagai ancaman keamanan nasional AS.
4. Kepentingan strategis dan ekonomi, terutama menguasai sumber daya minyak Venezuela.
Pernyataan resmi dari pemerintah Venezuela menyatakan, “Venezuela menolak dan mengecam agresi militer Amerika Serikat terhadap wilayah dan rakyat kami.” Mereka meminta dukungan komunitas internasional dan mengajak seluruh elemen bangsa untuk melakukan perlawanan.
Insiden ini menandai eskalasi ketegangan antara AS dan Venezuela dalam beberapa tahun terakhir. Selain masalah narkoba dan migrasi, konflik geopolitik dan perebutan sumber daya energi turut memperburuk hubungan kedua negara.
Ke depan, dampak operasi militer AS di Venezuela akan sangat menentukan situasi politik dan keamanan di kawasan Amerika Latin. Pihak internasional diharapkan dapat memainkan peran untuk meredakan ketegangan dan mendorong dialog damai antar negara yang terlibat.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id




