Advertisement

Presiden Nicolas Maduro Ditahan, Ini Dampak dan Masa Depan Politik Venezuela Saat Ini

Amerika Serikat telah menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, berikut istrinya, Cilia Flores. Penangkapan ini berlangsung di kediaman mereka di Caracas pada Sabtu, 3 Januari 2025.

Setelah penangkapan Maduro, pertanyaan utama adalah bagaimana pemerintahan Venezuela akan berlanjut. Berdasarkan konstitusi Venezuela 1999, wakil presiden, Delcy Rodriguez, secara otomatis mengambil alih kekuasaan eksekutif negara.

Di urutan ketiga dalam rantai suksesi adalah Jorge Rodríguez, yang menjabat sebagai presiden badan legislatif National Assembly. Selain itu, Diosdado Cabello, tokoh penting kedua di Venezuela, masih memegang jabatan Menteri Dalam Negeri dan memimpin lembaga sipil-militer yang mendukung pemerintah.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Washington akan memimpin pemerintahan Venezuela sementara hingga transisi kekuasaan yang sah terjadi. Trump tidak menutup kemungkinan keterlibatan militer AS dalam periode tersebut.

Ia menegaskan, “Kami akan menjalankannya,” sambil menambahkan bahwa AS bertujuan memberi kebebasan kepada rakyat Venezuela dan membangun hubungan baik dengan mereka. Menurut Trump, rakyat Venezuela sangat mencintai Amerika Serikat dan telah lama menderita di bawah kepemimpinan diktator.

Skenario ini membuka banyak kemungkinan baru di arena politik Venezuela dan implikasi geopolitik di kawasan Amerika Latin. Pergantian kepemimpinan secara mendadak ini dapat menimbulkan ketidakstabilan dalam jangka pendek, terutama karena peran tokoh-tokoh berpengaruh seperti Delcy Rodriguez dan Diosdado Cabello terus berlanjut.

Gejolak politik ini juga memicu perdebatan internasional mengenai legitimasi intervensi asing dan kedaulatan nasional Venezuela. Terlebih, peran militer dan kelompok sipil pro-pemerintah berpotensi menjadi faktor penting dalam penentuan arah pemerintahan ke depan.

Baca selengkapnya di: www.medcom.id

Berita Terkait

Back to top button