Advertisement

Maduro Tolak Tuduhan Narkoba di Pengadilan Amerika, Simak Faktanya di Sini

Mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, secara resmi membantah tuduhan keterlibatan dalam jaringan narkoba internasional saat menghadiri sidang di pengadilan federal Manhattan, New York, pada 5 Januari 2025. Dalam persidangan tersebut, Maduro menyatakan dirinya tidak bersalah dan mengaku sebagai pemimpin sah Venezuela yang diculik oleh pihak AS.

Maduro menegaskan bahwa dia ditangkap secara paksa di kediamannya di Caracas, Venezuela, pada 3 Januari 2025. Ia mengklaim tidak pernah terlibat dalam kegiatan ilegal dan menolak semua dakwaan yang diajukan oleh pemerintah Amerika Serikat.

Dakwaan Terhadap Maduro

Jaksa AS menuduh Maduro memimpin jaringan perdagangan kokain internasional yang terhubung dengan kelompok bersenjata dan kartel narkoba seperti Sinaloa dan Zetas dari Meksiko, serta kelompok pemberontak FARC dari Kolombia dan geng Tren de Aragua di Venezuela. Tuduhan yang diajukan meliputi:

  1. Terorisme narkoba.
  2. Konspirasi impor kokain.
  3. Kepemilikan senapan mesin.
  4. Kepemilikan alat perusak illegal.

Maduro telah lama membantah tuduhan ini dan menilai kasus tersebut sebagai upaya untuk melemahkan pemerintahan Venezuela dan menguasai cadangan minyak negara tersebut.

Respon Politik di Venezuela

Menanggapi penangkapan Maduro, Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez, segera dilantik sebagai presiden sementara di Caracas. Rodriguez menyatakan dukungan penuh terhadap Maduro tanpa menandakan adanya konfrontasi langsung dengan AS.

Menurut dokumen intelijen AS, Delcy Rodriguez merupakan figur yang berpeluang menjaga stabilitas politik Venezuela dalam situasi krisis kekuasaan. Faksi oposisi yang selama ini menentang Maduro dinilai sulit mendapatkan legitimasi politik di tengah situasi tersebut.

Dinamika Internal Pemerintahan Maduro

Meski Maduro ditangkap, para pejabat senior dari pemerintahan yang berkuasa selama lebih dari satu dekade masih mengontrol jalannya pemerintahan Venezuela. Mereka memperlihatkan sikap campuran antara perlawanan terhadap tekanan AS dan kemungkinan membuka dialog dengan pemerintah Washington.

Selain Delcy Rodriguez, tokoh penting lain dalam upaya menjaga stabilitas adalah menteri dalam negeri dan menteri pertahanan yang tetap berperan vital di pemerintahan saat ini.

Pernyataan Presiden AS Donald Trump

Presiden Donald Trump menegaskan bahwa AS tidak sedang berperang dengan Venezuela sebagai sebuah negara, melainkan melawan individu dan kelompok yang terlibat dalam perdagangan narkoba. Trump juga menyatakan bahwa pemilu di Venezuela tidak dapat diselenggarakan dalam waktu dekat karena negara itu harus distabilkan terlebih dahulu.

Trump menganggap tenggat waktu 30 hari untuk pemilu tidak realistis dan menegaskan fokus utama adalah memperbaiki kondisi negara sebelum proses demokrasi bisa berjalan.

Konteks Global dan Reaksi Masyarakat

Penangkapan Maduro oleh AS memicu keguncangan politik yang luas, baik di dalam Venezuela maupun di arena internasional. Demonstrasi dari pendukung dan penentang Maduro berlangsung di sekitar pengadilan Manhattan, memperlihatkan ketegangan yang masih tinggi.

Saudara Delcy Rodriguez, Jorge Rodriguez, yang kembali menjabat sebagai Ketua Majelis Nasional pendukung Maduro, berkomitmen menggunakan seluruh jalur politik untuk mengupayakan kepulangan Maduro ke Venezuela.

Kasus ini juga menjadi sorotan utama di pentas diplomasi internasional, mengingat Venezuela adalah salah satu produsen minyak terbesar dunia.

Permasalahan ini masih akan berlanjut dengan jadwal sidang berikutnya pada 17 Maret 2026, yang diyakini akan menentukan kelanjutan nasib Maduro serta dinamika politik Venezuela ke depan. Para pengamat internasional memantau ketat perkembangan ini karena berimplikasi pada stabilitas regional dan hubungan bilateral Amerika Latin-Amerika Serikat.

Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com

Berita Terkait

Back to top button