Advertisement

Pedagang Kripto Raup Untung Besar dari Taruhan Politikal di Polymarket

Seorang pedagang kripto anonim berhasil mendapat keuntungan besar melalui taruhan di Polymarket terkait masa depan Nicolás Maduro sebagai pemimpin Venezuela. Dalam waktu kurang dari lima jam sebelum terjadi ledakan politik di Caracas, ia menggandakan taruhan bahwa Maduro akan lengser.

Taruhan tersebut menghasilkan keuntungan sekitar US$410.000 dari modal awal sekitar US$34.000. Ini berarti pengembalian investasi mencapai sekitar 12 kali lipat, sebuah hasil yang memicu dugaan adanya akses informasi dalam atau insider trading di platform taruhan berbasis blockchain itu.

Polymarket dan Potensi Insider Trading

Polymarket adalah platform taruhan prediksi berbasis teknologi kripto yang memungkinkan pengguna bertaruh pada berbagai peristiwa, mulai dari politik hingga hiburan. Namun, regulasi ketat seperti di pasar saham belum sepenuhnya diterapkan di sini. Oleh sebab itu, potensi penyalahgunaan informasi nonpublik menjadi isu serius di platform ini.

Data memperlihatkan bahwa akun baru yang digunakan oleh pedagang anonim tersebut mulai memasang taruhan sejak akhir Desember, dengan fokus pada opsi yang menguntungkan jika terjadi penggulingan Maduro sebelum 31 Januari. Ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan Caracas meningkat, nilai taruhan terus dinaikkan.

Puncaknya terjadi saat Presiden AS Donald Trump memerintahkan militer untuk bertindak, menjadikan nilai kontrak naik drastis dan mendatangkan keuntungan besar bagi pedagang tersebut. Polymarket menilai probabilitas penggulingan Maduro pada saat taruhan terakhir hanya 8 persen.

Implikasi Hukum dan Tanggapan Regulator

Pengamat dan ahli hukum menilai kemungkinan terjadinya insider trading dalam kasus ini cukup tinggi. Noah Solowiejczyk, mitra firma hukum Fenwick & West, menyatakan bahwa jika pelaku merupakan pejabat Amerika Serikat yang menggunakan informasi rahasia pemerintah, mereka dapat dikenakan tuntutan hukum sesuai peraturan perdagangan orang dalam.

Namun, jika pelaku adalah warga negara asing yang bertaruh dari luar yurisdiksi AS, pengawasan hukum menjadi lebih kompleks. Selain itu, anggota Kongres AS, Ritchie Torres, menyatakan akan mengajukan RUU untuk melarang pejabat federal bertaruh di pasar prediksi berbasis informasi nonpublik guna mencegah penyalahgunaan semacam ini.

Kontroversi Pasar Taruhan Prediksi Berbasis Kripto

Kejadian ini bukan kali pertama Polymarket menghadapi kontroversi soal potensi insider trading. Pada bulan sebelumnya, seorang trader lain dengan akun anonim berhasil meraih US$1,2 juta dari taruhan akurat terkait data pencarian Google dan tanggal rilis model AI. Dugaan kuat bahwa informasi nonpublik digunakan juga mengemuka dalam situasi tersebut.

Pihak Polymarket sendiri mengaku telah melakukan pengaturan diri dengan fitur monitoring aktivitas mencurigakan dan melakukan audit internal. CEO Polymarket, Shayne Coplan, menyampaikan bahwa platform memantau dan menandai potensi insider trading sehingga para pedagang lain bisa menghindarinya secara terbuka.

Pengawasan dan Masa Depan Pasar Prediksi

Seiring meningkatnya popularitas platform taruhan prediksi berbasis kripto, pengawasan dari regulator dan hukum diperkirakan akan makin ketat. Kasus seperti taruhan penggulingan Maduro menyoroti perlunya standar pengamanan dan regulasi yang lebih jelas.

Penting bagi pengguna dan pihak otoritas untuk memperhatikan risiko penyalahgunaan informasi rahasia yang dapat merusak integritas pasar prediksi ini. Upaya pencegahan melalui pengawasan, regulasi, dan edukasi menjadi kunci agar platform seperti Polymarket dapat beroperasi dengan transparan dan adil.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button