Polymarket Tolak Bayar Taruhan Soal Invasi AS ke Venezuela, Ini Penyebabnya

Polymarket, platform taruhan prediksi berbasis online, menjadi sorotan usai mengumumkan tidak akan membayar kemenangan taruhan terkait invasi Amerika Serikat ke Venezuela. Keputusan ini memicu kemarahan sejumlah pengguna karena penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan AS dianggap tidak memenuhi kriteria sebagai invasi yang dijadikan dasar taruhan.

Sebelumnya, para trader di Polymarket memasang taruhan besar pada kemungkinan invasi AS ke Venezuela, dengan sebagian besar taruhan dipatok hingga 31 Januari 2026. Seorang pengguna anonim bahkan menginvestasikan sekitar US$30.000 dan berpotensi meraih keuntungan lebih dari US$436.000 setelah berita penangkapan Maduro diumumkan. Namun, Polymarket menyatakan bahwa penangkapan tersebut tidak masuk dalam definisi invasi yang diatur dalam persyaratan taruhannya.

Mekanisme Taruhan di Polymarket
Polymarket menyediakan pasar prediksi biner yang memungkinkan pengguna bertaruh pada peristiwa dengan dua kemungkinan hasil, misalnya ya atau tidak. Platform ini semakin populer di AS dan telah mendapatkan persetujuan regulasi pada 2023. Namun, Polymarket tidak memiliki lisensi untuk beroperasi di Inggris Raya. Adapun pasar prediksi yang terkait dengan invasi Venezuela ini memuat taruhan dengan nilai gabungan mencapai lebih dari US$10,5 juta.

Kontroversi Definisi Invasi
Polymarket berpegang pada kriteria bahwa invasi harus berupa operasi militer AS dengan tujuan menguasai wilayah. Platform tersebut berargumen bahwa tindakan penangkapan Maduro oleh pasukan AS tidak memenuhi kualifikasi tersebut karena belum menimbulkan pergantian kekuasaan atau pengambilalihan negara secara langsung. Pernyataan resmi Polymarket menjelaskan bahwa pembicaraan antara pemerintahan Trump dengan Venezuela tidak cukup menjadikan misi penangkapan sebagai invasi.

Respons dan Reaksi Pengguna
Keputusan tersebut menyulut ketidakpuasan dari para petaruh yang merasa dirugikan. Salah satu pengguna dengan nama Screen mengkritik keputusan Polymarket sebagai bentuk kesewenang-wenangan. Ia menyoroti fakta bahwa serangan militer dan penculikan kepala negara jelas merupakan tindakan invasi, sehingga Polymarket dinilai secara sepihak mengubah definisi tanpa mempertimbangkan fakta lapangan.

Keterkaitan dengan Keluarga Trump
Polymarket memiliki hubungan erat dengan keluarga Trump, dimana putra sulung mantan Presiden Donald Trump, Donald Trump Jr, dipercaya sebagai penasihat perusahaan. Faktor ini mempertegas dimensi politis yang melekat pada platform prediksi tersebut dan menimbulkan perhatian mengenai keterlibatan elite politik dalam platform taruhan online.

Keputusan Polymarket untuk tidak membayar taruhan yang sudah dipasang menimbulkan pertanyaan mengenai kejelasan regulasi dalam bisnis taruhan prediksi. Kasus ini memperlihatkan betapa definisi kebijakan yang ambigu dapat berdampak signifikan pada hak-hak konsumen dan kepercayaan publik terhadap platform digital yang menyajikan layanan finansial berisiko tinggi. Situasi ini juga membuka ruang diskusi lebih luas soal pengawasan dan transparansi di industri taruhan berbasis teknologi.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button