Indonesia dan Turki semakin mempererat kerja sama bilateral dengan fokus pada sektor strategis seperti baterai kendaraan listrik (EV) dan alutsista. Hal ini terungkap dalam pertemuan Dialog 2+2 yang melibatkan Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan kedua negara di Ankara, Turki, pada awal Januari 2026.
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan komitmen Indonesia untuk memperdalam kemitraan di berbagai bidang, termasuk ekonomi, pertahanan, dan energi baru terbarukan. Pembicaraan utama mencakup percepatan penyelesaian kesepakatan kemitraan ekonomi strategis yang bertujuan membuka manfaat ekonomi bagi rakyat kedua negara.
Kerja Sama Ekonomi dan Industri Baterai EV
Dalam dialog tersebut, Indonesia dan Turki sepakat membangun ekosistem produksi baterai kendaraan listrik dan memperkuat industri petrokimia. Kerja sama ini juga akan menjajaki peluang baru di sektor pertambangan dan energi, yang merupakan kunci bagi pengembangan baterai EV. Hal ini penting mengingat tren global menuju kendaraan ramah lingkungan dan transisi energi bersih.
Sugiono menyatakan bahwa kolaborasi energi baru dan terbarukan merupakan bagian dari fokus kerja sama kedua negara. Penekanan pada baterai EV menunjukkan komitmen Indonesia memperkuat ekonomi hijau dan mendukung program elektrifikasi transportasi secara nasional.
Penguatan Kerja Sama Pertahanan dan Transfer Teknologi
Sektor pertahanan menjadi bagian penting dalam agenda bilateral ini. Kedua negara berupaya meningkatkan kapabilitas teknologi militer melalui kerja sama transfer teknologi dan produksi bersama alutsista. Indonesia berharap kerja sama ini dapat mendorong kemandirian industri pertahanan nasional.
Pertemuan ini dihadiri juga oleh Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Pertahanan Turki Yaşar Güler, menandai langkah strategis dalam penguatan kapasitas pertahanan kedua negara di tengah dinamika geopolitik global yang kompleks.
Diplomasi Multilateral dan Isu Kemanusiaan
Selain ekonomi dan pertahanan, dialog memfokuskan pembahasan pada dinamika regional dan global. Indonesia dan Turki sepakat memperkuat peran dalam forum internasional seperti PBB, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dan ASEAN. Keduanya kembali mengonfirmasi komitmen mendukung kemerdekaan Palestina dengan intensifikasi upaya bersama di kancah diplomasi internasional.
Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, mengapresiasi kemitraan ini dan menegaskan peran Indonesia sebagai mitra kunci di kawasan Asia Pasifik. Fidan juga menyebutkan kerja sama di sektor ketahanan pangan dan energi sebagai bidang potensial yang akan terus dikuatkan.
Langkah Strategis Menuju Kemitraan Lebih Dalam
Percepatan penyelesaian kesepakatan preferensial terbatas menjadi pijakan awal untuk mengembangkan kemitraan ekonomi komprehensif Indonesia-Turki. Kesepakatan ini diharapkan memudahkan akses pasar dan mendorong investasi di kedua negara.
Dengan kerja sama yang meliputi energi terbarukan, industri baterai EV, serta pertahanan, hubungan Indonesia dan Turki berada pada fase peningkatan yang strategis dan berkelanjutan. Kolaborasi ini bukan hanya menguntungkan secara ekonomi tetapi juga meningkatkan posisi diplomatik dan keamanan kedua negara di level regional maupun global.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com