Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, dijadwalkan mengadakan pertemuan dengan pejabat tinggi Denmark pada pekan depan. Pertemuan ini merupakan bagian dari agenda diplomatik AS yang semakin fokus pada isu terkait Greenland, wilayah Arktik strategis yang berada di bawah pemerintahan Denmark.
Rencana dialog tersebut muncul di tengah ketegangan yang meningkat usai Presiden Donald Trump menyatakan keinginan kuat untuk mengakuisisi Greenland. Trump beralasan bahwa kepemilikan pulau terbesar di dunia penting untuk menjamin keamanan nasional AS. Ancaman dari China dan Rusia yang semakin nyata di kawasan Arktik menjadi alasan utama di balik ambisi ini.
Latar Belakang Ambisi AS Terhadap Greenland
Sejak masa kampanye dan awal jabatan Presiden Trump, isu pengambilalihan Greenland sudah menjadi perbincangan hangat. Menurut pernyataan Rubio pada 7 Januari 2026, niat untuk membeli Greenland bukanlah hal baru dan telah ditelusuri sebelumnya oleh pemerintahan AS. Ia menegaskan bahwa upaya ini dilakukan secara diplomatik dan bukan melalui mekanisme militer.
Pulau Greenland dikenal memiliki posisi geostrategis penting yang memungkinkan kontrol atas jalur pelayaran Arktik. Selain itu, potensi sumber daya alam di bawah es Arktik, seperti mineral dan bahan bakar fosil, menjadikan wilayah ini sangat menarik bagi kekuatan dunia. Denmark sebagai negara yang memiliki kedaulatan atas Greenland, patut menjaga hubungan dan menegosiasikan kepentingannya dengan mitra internasional.
Isu Keamanan dan Politik dalam Hubungan AS-Denmark
Menurut laporan AP News tanggal 10 Januari 2026, kepentingan utama AS dalam perbincangan ini adalah memastikan bahwa ancaman negara lain, khususnya China dan Rusia, tidak mengganggu keamanan Arktik dan wilayah sekitarnya. Langkah AS membeli Greenland dianggap sebagai upaya memperkuat posisi strategis dan kemampuan pertahanan di kawasan yang kini semakin diperebutkan oleh kekuatan global.
Dalam konteks ini, pertemuan Menlu Rubio dengan pejabat Denmark penting untuk menyepakati bentuk kerja sama dan negosiasi yang dapat diterima kedua belah pihak. Pemerintah Denmark, yang mengelola Greenland sebagai wilayah otonom, kemungkinan besar akan menegaskan posisi mereka dalam menjaga kedaulatan sekaligus memperhatikan aspirasi masyarakat Greenland.
Fakta Penting Mengenai Pertemuan dan Keinginan Akuisisi Greenland
- Rencana pertemuan resmi Menlu AS dengan pejabat tinggi Denmark dijadwalkan berlangsung pada pekan depan.
- Presiden Trump telah menegaskan sejak awal masa jabatannya akan mengakuisisi Greenland melalui cara damai, bukan militer.
- Iceland menjadi titik fokus strategis AS dalam menghadapi pengaruh China dan Rusia di Arktik.
- Greenland merupakan wilayah otonom Kerajaan Denmark dengan sumber daya alam dan posisi geostrategis sangat penting.
- Denmark harus menyeimbangkan antara mempertahankan kedaulatan wilayah dan menjaga hubungan baik dengan AS sebagai sekutu NATO.
Pertemuan diplomatik kali ini diyakini akan membahas berbagai isu krusial terkait keamanan, ekonomi, dan pengelolaan wilayah Arktik. Selain itu, kedua negara kemungkinan akan mendiskusikan langkah konkret bagaimana AS dapat meningkatkan kehadiran dan pengaruhnya tanpa melanggar kedaulatan Denmark dan aspirasi masyarakat Greenland.
Dengan perkembangan ini, dunia internasional akan terus memantau dinamika ke depan mengenai status Greenland. Kajian mendalam diperlukan untuk memastikan bahwa kepentingan nasional, keamanan global, dan hak-hak lokal dapat berjalan beriringan dalam skenario geopolitik yang semakin kompleks di kawasan Arktik.
Baca selengkapnya di: www.beritasatu.com