Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan situasi di negaranya kini terkendali meskipun ada gelombang protes. Ia menegaskan bahwa banyak pelaku kerusuhan telah ditangkap beserta bukti keterlibatan asing yang kuat.
Araghchi mengungkapkan bahwa demonstran diberi perintah dari luar negeri untuk melakukan kekerasan, termasuk menembak polisi dan menyerang warga sipil. Rekaman pesan suara yang ditemukan menjadi bukti bahwa tujuan kekerasan tersebut adalah menimbulkan pertumpahan darah dan ketidakstabilan.
Menurut Araghchi, ada campur tangan Amerika Serikat dalam upaya mengacaukan situasi Iran. Kremlin menyebut kecurigaan pelaku kerusuhan sebagai teroris yang mendapat dukungan asing, khususnya AS dan Israel.
Pemerintah Iran menegaskan kesiapannya untuk berperang namun tetap membuka peluang negosiasi dengan Amerika Serikat. Araghchi menyatakan negosiasi hanya akan berlangsung dalam kondisi saling menghormati dan dari posisi yang setara.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan saluran komunikasi antara perwakilan Iran dan AS masih terbuka. Pesan-pesan telah dipertukarkan sebagai upaya mengantisipasi kondisi yang berkembang.
Demonstrasi di Iran dipicu oleh kemarahan terhadap krisis ekonomi dan tindakan keras pemerintah. Namun, pemerintah menganggap kelompok perusuh sebagai aktor yang disusupi luar negeri demi tujuan memperparah keadaan.
Berbagai kota besar di Iran menunjukkan dukungan massa terhadap rezim, dengan warga membawa bendera dan gambar Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Pemerintah serukan demonstrasi nasional untuk menegaskan stabilitas.
Presiden Iran menolak tudingan bahwa pemerintah menekan protes secara tidak adil. Ia mengakui ada kekurangan dalam tata kelola ekonomi namun menolak kekerasan dan kerusakan properti publik yang dilakukan perusuh.
Tuduhan keterlibatan asing dalam kerusuhan juga disampaikan oleh pejabat lain yang menyatakan AS dan Israel berusaha melemahkan Iran. Mereka diduga melatih kelompok tertentu dan mengirim teroris untuk memicu kekerasan di negara itu.
Menurut data non-resmi, jumlah korban dalam protes mencapai ratusan, termasuk demonstran dan petugas keamanan. Pemerintah berfokus pada upaya menjaga ketertiban dan mengatasi alasan ekonomi yang memicu ketidakpuasan publik.
Dari sisi penerbangan dan transportasi, layanan umum dilaporkan tetap beroperasi normal meski ada gangguan jaringan internet. Informasi tersebut disampaikan oleh pejabat Organisasi Penerbangan Sipil Iran.
Secara keseluruhan, pemerintah Iran menegaskan bahwa demonstrasi anarkis tersebut sengaja direkayasa agar AS mendapat alasan untuk ikut campur secara militer. Pemerintah bersikeras menghadapi persoalan dengan dialog, bukan kekerasan fisik.





