Amerika Serikat mengeluarkan peringatan keras kepada warganya di Iran untuk segera meninggalkan negara tersebut. Peringatan itu disampaikan menyusul eskalasi kerusuhan dan protes yang terus meningkat di berbagai wilayah Iran.
Kedutaan Besar AS yang beroperasi secara virtual meminta warga Amerika agar merencanakan keberangkatan tanpa mengandalkan bantuan dari pemerintah AS. Mereka juga disarankan mencari tempat aman jika belum bisa meninggalkan Iran dengan segera.
Instruksi bagi Warga AS di Iran
Warga Amerika diminta untuk memperhatikan beberapa hal penting berikut:
- Rencanakan keberangkatan dari Iran sesegera mungkin tanpa bantuan langsung dari pemerintah AS.
- Antisipasi pemadaman internet yang mungkin terus terjadi.
- Siapkan alternatif komunikasi jika jaringan internet tidak tersedia.
- Jika memungkinkan, gunakan jalur darat menuju Armenia atau Turki sebagai rute keluar dari Iran.
- Warga negara ganda AS-Iran disarankan menggunakan paspor Iran saja ketika meninggalkan negara tersebut karena Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda.
- Hindari menunjukkan paspor AS atau hubungan dengan Amerika karena bisa menyebabkan penahanan oleh otoritas Iran.
Peringatan ini juga menyoroti risiko keamanan berupa penahanan dan kekerasan oleh aparat keamanan Iran, terutama pada periode ketegangan politik yang sedang tinggi.
Respons Pemerintah AS terhadap Kerusuhan di Iran
Presiden AS Donald Trump mengumumkan penerapan tarif 25 persen untuk semua negara yang melakukan perdagangan dengan Iran. Kebijakan ini muncul sebagai bagian tekanan ekonomi dalam menghadapi situasi protes anti pemerintah di Iran yang makin meluas.
Selain itu, Trump menyatakan opsi untuk menggunakan berbagai instrumen militer dan operasi rahasia terus dipertimbangkan. Opsi yang dibahas antara lain operasi siber dan kampanye psikologis untuk melemahkan sistem komunikasi dan komando Iran.
Tim keamanan nasional AS juga dikabarkan akan mengkaji sejumlah pilihan tindak lanjut di Gedung Putih, termasuk potensi serangan non-konvensional. Namun, belum ada keputusan final yang diumumkan.
Presiden Trump mengungkapkan dirinya menerima laporan situasi di Iran secara rutin dan terus memonitor perkembangan dengan cermat. Ia menegaskan bahwa pemerintahannya dapat mengambil tindakan cepat jika kekerasan aparat semakin parah terhadap demonstran.
Kondisi Protes dan Dampaknya di Iran
Gelombang protes anti pemerintah semakin besar dan memakan korban. Data terbaru mencatat jumlah tewas sudah mencapai 646 orang. Demonstrasi yang berakar dari ketidakpuasan atas krisis ekonomi ini, terus meluas ke berbagai kota.
Benturan antara demonstran dan aparat keamanan menyebabkan ketegangan yang tinggi serta kondisi keamanan yang memburuk di Iran. Pemadaman internet dan pembatasan komunikasi dilakukan oleh pemerintah sebagai upaya kontrol.
Amerika Serikat pada sisi lain memberikan perhatian khusus terhadap konflik ini dengan mengeluarkan langkah-langkah perlindungan bagi warganya dan mempertimbangkan berbagai opsi diplomasi maupun tekanan keras terhadap rezim Iran.
Peringatan tersebut menegaskan pentingnya kewaspadaan para warga AS yang berada di Iran. Mereka diharapkan segera mempersiapkan diri dan mengikuti arahan keamanan agar terhindar dari risiko yang dapat mengancam keselamatan di tengah situasi penuh ketidakpastian ini.





