4 Negara Prioritas AS Setelah Venezuela yang Perlu Diketahui Strateginya

Amerika Serikat kembali menunjukkan langkah tegas pasca-penangkapan Presiden Venezuela. Presiden Donald Trump bahkan mengancam akan melakukan serangan militer terhadap Kuba jika tidak terjadi perubahan politik total di negara tersebut.

Setelah Venezuela, terdapat empat negara yang diprediksi akan menjadi sasaran berikutnya dalam upaya AS untuk memperkuat pengaruh dan keamanannya. Negara-negara ini memiliki posisi strategis dan hubungan politik yang dinilai oleh Washington mengancam kepentingannya.

1. Kuba
Kuba menjadi target utama setelah Venezuela. Trump menyatakan bahwa rakyat Kuba telah lama menderita dan AS berniat membantu mereka, baik yang berada di dalam negeri maupun ekspatriat di Florida. Hubungan erat Kuba dengan Venezuela membuat Havana menjadi sasaran logis berikutnya. Marco Rubio, politisi keturunan Kuba-Amerika, menegaskan bahwa Trump tidak main-main dan hasilnya bisa serius bagi Kuba.

2. Kolombia
Presiden Kolombia, Gustavo Petro, turut menjadi sasaran tuduhan AS. Trump menuduh Petro terlibat dalam sindikat narkotika internasional dan memiliki fasilitas produksi narkoba dalam skala besar. Tuduhan ini merupakan bagian dari tekanan berkelanjutan yang dilakukan AS terhadap Kolombia dalam beberapa tahun terakhir.

3. Greenland
Greenland dianggap sebagai wilayah strategis penting bagi kepentingan keamanan nasional AS. Trump menyebut bahwa wilayah ini penuh dengan kapal-kapal Rusia dan China, sehingga posisi Greenland sangat vital. Wilayah otonom yang berada di bawah Kerajaan Denmark ini menjadi incaran karena letaknya yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik.

4. Denmark
Karena Greenland berada dalam kedaulatan Denmark, hubungan antara AS dan Denmark menjadi tegang. Denmark meminta agar AS menghentikan ancaman terhadap negara lain. Ketegangan makin meningkat ketika pejabat Trump membagikan peta Greenland dengan warna bendera AS disertai tulisan “SEGERA,” yang menimbulkan kegelisahan di Copenhagen.

Langkah Washington ini mencerminkan eskalasi geopolitik yang signifikan di kawasan Amerika Latin dan Arktik. Penguatan tekanan Amerika Serikat pada negara-negara tersebut menyiratkan strategi untuk mengurangi pengaruh Rusia dan China yang terus meningkat di wilayah strategis tersebut.

Memahami dinamika ini penting untuk melihat bagaimana perubahan politik dan keamanan global akan berkembang. Empat negara ini menjadi fokus utama dalam penjajakan kekuatan baru AS selepas Venezuela, dengan konsekuensi yang bisa mempengaruhi stabilitas kawasan secara luas.

Baca selengkapnya di: www.suara.com

Berita Terkait

Back to top button