Negara-negara di kawasan Teluk Arab bereaksi keras terhadap kemungkinan serangan militer Amerika Serikat ke Iran. Mereka mendesak agar Presiden Donald Trump tidak mengambil langkah serampangan yang bisa mengganggu stabilitas politik dan ekonomi regional.
Arab Saudi, Qatar, dan Oman aktif melobi pemerintahan Trump secara diam-diam untuk menghindari opsi militer terhadap Teheran. Mereka khawatir serangan tepat sasaran akan membahayakan jalur pengiriman minyak dunia di Selat Hormuz, yang menjadi rute vital sekitar 20 persen pasokan minyak global.
Selain risiko bagi pasar minyak, para pejabat Teluk juga mengingatkan potensi gangguan keamanan domestik dan kemungkinan aksi balasan militer dari Iran. Pemerintah Saudi bahkan telah memberi tahu Iran bahwa mereka tidak akan terlibat dalam konflik atau mengizinkan wilayah udara mereka dipakai oleh pasukan AS.
Menurut laporan The Wall Street Journal, para pemimpin Teluk menganggap stabilitas regional jauh lebih penting dibanding keinginan untuk menjatuhkan rezim Iran. Mantan Duta Besar AS Michael Ratney mengatakan negara-negara itu tidak simpatik pada pemerintah Iran, tapi sangat menghindari ketidakpastian dan konflik.
Sementara itu, Iran memperingatkan bahwa pangkalan militer AS di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Turki bisa menjadi sasaran serangan jika Washington menyerang Teheran. Peringatan ini disampaikan langsung kepada negara-negara tersebut agar mereka menggunakan pengaruhnya untuk mencegah eskalasi militer yang dapat membawa konsekuensi buruk.
Beberapa diplomat melaporkan bahwa personel militer AS di Pangkalan Udara Al Udeid, Qatar, mulai direlokasi untuk mengantisipasi kemungkinan serangan. Al Udeid adalah pangkalan terbesar AS di Timur Tengah dengan sekitar 10.000 tentara.
Presiden Trump sendiri belum menentukan keputusan akhir, meskipun tulisan di media sosialnya menyiratkan dukungan terhadap demonstran di Iran dan menunjukkan kesiapan mengirim bantuan. Gedung Putih menyatakan Presiden mendengarkan berbagai masukan sebelum mengambil keputusan yang dianggap paling tepat bagi kepentingan Amerika.
Dengan latar situasi yang sangat sensitif dan rentan memicu konflik berskala besar, tekanan dari negara-negara Teluk menjadi faktor penting dalam menjaga agar ketegangan tidak meluas. Langkah diplomasi dan dialog terus diupayakan demi menghindari perang yang bisa mengancam perdamaian dan kestabilan ekonomi global.





