Permukaan Laut Meningkat Cepat, Sedimen Lunak di Bawah Es Greenland Jadi Faktor Utama

Temuan terbaru dari University of California, San Diego (UCSD) mengungkap penyebab utama kenaikan permukaan laut secara drastis yang selama ini belum diketahui secara detail. Para ilmuwan menemukan lapisan sedimen lunak yang luas berada di bawah lapisan es Greenland, ternyata berperan sebagai pemicu utama percepatan aliran es menuju laut.

Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Geology dan diwartakan Earth.com, menunjukkan lapisan sedimen tersebut mempercepat pergerakan gletser jauh lebih cepat ketimbang model iklim sebelumnya. Hal ini menandai titik lemah besar pada sistem es Greenland yang selama ini dianggap sebagai salah satu cadangan es terbesar di dunia.

Penemuan Melalui Teknologi Seismik

Para peneliti memanfaatkan teknologi pemindaian seismik untuk memetakan struktur bawah lapisan es di Greenland secara lebih rinci. Tim ini fokus pada Gletser Jakobshavn Isbræ serta beberapa aliran es utama lain yang selama ini menjadi perhatian dalam studi perubahan iklim.

Hasil pemindaian menunjukkan bahwa dasar es tidak berupa batuan keras seperti yang selama ini diyakini, melainkan lapisan sedimen basah, lunak, dan licin. Sedimen ini berfungsi layaknya pelumas alami, yang memungkinkan gletser besar bergerak lebih cepat ke arah laut, sehingga mempercepat pencairan dan pengurangan massa es.

Dampak Signifikan terhadap Permukaan Laut Global

Temuan lapisan sedimen lunak ini memengaruhi prediksi kenaikan permukaan laut secara global secara drastis. Indian Defence Review mencatat beberapa dampak utama yang perlu diperhatikan oleh komunitas internasional:

  1. Pencairan es Greenland berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan model iklim sebelumnya.
  2. Greenland memiliki cukup es untuk menaikkan permukaan laut global hingga sekitar 7 meter jika semua mencair.
  3. Keberadaan sedimen lunak mempercepat laju pencairan sehingga kenaikan permukaan laut tahunan diproyeksikan melonjak tajam pada beberapa dekade mendatang.

Para ilmuwan memperingatkan bahwa dunia mungkin sudah semakin dekat dengan titik kritis (tipping point), di mana pengurangan gesekan di dasar es membuat aliran es tidak lagi bisa diperlambat.

Ancaman Serius bagi Wilayah Pesisir dan Negara Kepulauan

Penemuan yang diluncurkan pada akhir Januari 2026 ini menjadi alarm bagi banyak kota pesisir dan negara kepulauan. Selama ini, model iklim hanya memperhitungkan pencairan es di permukaan akibat suhu udara tanpa memperhatikan faktor mekanis yang berperan di bagian bawah lapisan es.

Sedimen lunak di dasar gletser meningkatkan sensitivitas es Greenland terhadap pemanasan global. Akibatnya, kenaikan permukaan laut dapat terjadi jauh lebih cepat dari prediksi sebelumnya. Hal ini mengancam infrastruktur penting, populasi di wilayah pesisir, dan ekosistem laut dalam waktu yang relatif singkat.

Temuan ini mendorong urgensi revisi model iklim global yang selama ini digunakan agar memasukkan variabel dasar mekanis seperti sedimen lunak. Langkah ini sangat penting untuk menghadapi realitas perubahan iklim dan mitigasi risiko bagi jutaan orang di seluruh dunia.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button