Putra Donald Trump Jadi Investor Pertama di Proyek Tambang Mineral Langka Greenland

Putra Donald Trump, Donald Trump Junior, menjadi salah satu investor utama dalam proyek pertambangan unsur tanah jarang pertama di Greenland. Proyek ini berfokus pada ekstraksi mineral langka yang sangat penting bagi teknologi modern seperti telepon seluler, baterai mobil listrik, dan turbin energi angin.

Tambang tersebut berlokasi di kota Qaqortoq, di ujung selatan Greenland, sekitar 490 kilometer dari ibu kota Nuuk. Proyek ini dikenal dengan nama Tanbreez, yang merupakan singkatan dari unsur utama yang dieksploitasi: tantalum, niobium, unsur tanah jarang, dan zirkonium.

Mineral yang dihasilkan di Tanbreez sangat vital karena sebagian besar ekstraksi dan pemurniannya saat ini didominasi oleh Tiongkok. Oleh sebab itu, pengembangan tambang ini menjadi strategis bagi Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Arab Saudi yang telah menandatangani kesepakatan pembagian hasil produksi sebesar 37,5% untuk Amerika Serikat, 37,5% untuk Eropa, dan 25% untuk Arab Saudi.

Perusahaan yang mengelola proyek tambang ini adalah Critical Metals. Perusahaan ini berbasis di New York dan terdaftar di NASDAQ, bursa saham terbesar di Amerika Serikat. Namun, mayoritas saham perusahaan ini, yakni 51%, dimiliki oleh European Lithium Limited yang berkantor pusat di Kepulauan Virgin Britania Raya dan memiliki kantor di London, Wina, serta Australia.

Pada tahun 2025, dana modal ventura asal Amerika Serikat bernama 1789 masuk sebagai pemegang saham utama dengan mengakuisisi antara 8% hingga 12% saham Critical Metals. Dana tersebut menerima dukungan pendanaan sebesar 120 juta dolar AS melalui jalur kredit yang dibuka oleh Bank Negara AS dengan persyaratan menguntungkan.

Dana 1789 ini memiliki hubungan kuat dengan kelompok pendukung Donald Trump. Pendiri dana tersebut termasuk Rebekah Mercer, putri dari pendukung dana utama kampanye Trump tahun 2016, Robert Mercer. Pada November tahun lalu, Donald Trump Junior resmi bergabung sebagai mitra dalam dana 1789 dengan hak setara para pendiri.

Keterlibatan Trump Junior dalam proyek ini menandai langkah strategis dalam memperkuat posisi Amerika Serikat untuk mengurangi ketergantungan pada impor mineral tanah jarang dari Tiongkok. Harga saham Critical Metals melonjak hingga 217% sejak awal tahun, terutama setelah Donald Trump mengemukakan wacana mengenai potensi akuisisi Greenland.

Ini menandai titik penting di mana pengembangan tambang mineral langka di Greenland bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga bagian dari dinamika geopolitik di kawasan Arktik. Greenland, yang secara politik terikat dengan Denmark, menjadi pusat perhatian global karena sumber daya alamnya yang kaya dan posisi strategisnya.

Peran Amerika Serikat dalam proyek ini menunjukkan upaya lebih luas untuk mengamankan pasokan sumber daya kritis yang diperkirakan akan memengaruhi persaingan teknologi dan kekuatan ekonomi dunia di masa depan. Sinergi antara investor swasta dan dukungan finansial pemerintah AS menjadi kunci utama dalam keberlangsungan proyek tersebut.

Baca selengkapnya di: mediaindonesia.com

Berita Terkait

Back to top button