Donald Trump Kembali Beraksi, Ketua The Fed Jerome Powell Hadapi Tuduhan Kriminal

Ketua Federal Reserve Amerika Serikat, Jerome Powell, kini menghadapi penyelidikan kriminal yang dilakukan oleh jaksa federal terkait dengan kesaksiannya tentang proyek renovasi gedung The Fed. Penyidikan ini menandai eskalasi ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara The Fed dan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Powell mengungkapkan bahwa Departemen Kehakiman AS telah mengirimkan somasi resmi ke agensinya. Fokus penyelidikan adalah pada keterangan Powell di hadapan komite Senat mengenai renovasi gedung Eccles Building dan 1951 Constitution Avenue. Jaksa bahkan mengancam kemungkinan dakwaan kriminal atas pernyataan tersebut.

Konflik antara The Fed dan Pemerintahan Trump

Jerome Powell yakin tindakan hukum ini dipicu oleh kemarahan Presiden Trump yang kecewa karena penolakannya menurunkan suku bunga acuan demi kepentingan politik jangka pendek. Konflik tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran serius mengenai independensi kebijakan moneter AS yang selama ini dijaga ketat oleh The Fed.

Powell menegaskan bahwa bank sentral harus tetap bebas dari tekanan politik agar bisa menetapkan suku bunga dengan berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi. Jika tidak, masa depan ekonomi AS bisa terancam. Powell menyatakan, "Hal ini menegaskan apakah The Fed akan mampu terus menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi, atau apakah kebijakan moneter justru akan dipengaruhi oleh tekanan atau intimidasi politik."

Proyek Renovasi Gedung dan Kontroversi Biaya

Penyelidikan mengarah pada proyek perombakan besar-besaran gedung The Fed yang berusia sejak 1930-an. Tujuan renovasi ini adalah untuk mengatasi kontaminasi asbes dan timbal serta memperbarui standar keamanan dan kesehatan. The Fed memperkirakan biaya renovasi mencapai USD 2,5 miliar dan mengklaim bahwa pengeluaran ini akan menghemat biaya jangka panjang.

Namun, Presiden Trump mengkritik tajam anggaran tersebut dan mengklaim biaya sebenarnya mencapai USD 3,1 miliar. Dalam wawancara dengan NBC News, Trump mengaku tidak mengetahui detail penyelidikan namun mempertanyakan kinerja Powell, baik dalam mengelola The Fed maupun proyek gedung.

Reaksi dari Kongres dan Implikasi Politik

Langkah Departemen Kehakiman ini mendapat tanggapan keras dari sejumlah anggota Kongres. Senator Partai Republik, Thom Tillis, mengancam akan memblokir calon pengganti Powell yang diajukan Trump sampai penyelidikan ini selesai. Tillis menilai bahwa penyelidikan ini berpotensi menodai independensi Federal Reserve dan kredibilitas Departemen Kehakiman.

Senator Demokrat Elizabeth Warren bahkan menuding bahwa Trump tengah berupaya melakukan "corrupt takeover" terhadap The Fed dengan berusaha menggantikan Powell dengan sosok yang lebih mudah dikendalikan. Pernyataan ini menguatkan kekhawatiran bahwa tekanan politik terhadap bank sentral bisa melemahkan fungsi pengawasan ekonomi AS.

Dampak Terhadap Pasar Global dan Investor

Ketidakpastian politik dan ketegangan yang berlangsung membuat pasar global merespons dengan meningkatkan permintaan aset aman seperti emas dan perak. Pada awal minggu, harga emas melonjak hingga 1,4% mencapai USD 1.572,36 per ons, bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi USD 1.600,33 per ons. Harga perak juga mencapai level tertinggi sejarah di USD 24,58 per ons sebelum terkoreksi.

Menurut April Larusse, kepala spesialis investasi di Insight Investment, tekanan yang dialami The Fed ini tidak sepenuhnya dapat dibenarkan secara ekonomi. Ia menjelaskan bahwa meskipun Trump mendesak suku bunga rendah untuk merangsang ekonomi, kenaikan inflasi tetap menjadi beban bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.

Masa Depan The Fed dan Kebijakan Moneter

Jerome Powell tetap menegaskan komitmennya terhadap prinsip akuntabilitas dan supremasi hukum. Namun, ia memperingatkan bahwa penyelidikan ini harus dipandang dalam konteks ancaman dan tekanan yang terus-menerus oleh pemerintahan saat ini terhadap lembaga yang seharusnya independen.

Polemik ini menjadi ujian besar bagi The Fed dalam menjaga otonomi pengambilan keputusan kebijakan moneter. Situasi ini juga menjadi perhatian global karena stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar internasional sangat bergantung pada independensi bank sentral Amerika Serikat.

Ketegangan antara bank sentral dan pemerintah AS akan terus dipantau oleh pemerhati ekonomi dan pasar keuangan dunia, mengingat langkah ini bisa membentuk arah kebijakan moneter di masa depan secara signifikan.

Baca selengkapnya di: www.suara.com
Exit mobile version