Amerika Serikat resmi mengakhiri keanggotaannya di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah pemerintah AS menilai WHO gagal menangani pandemi Covid-19 secara efektif.
Selain kritik terkait penanganan pandemi, AS juga menyoroti lemahnya reformasi internal WHO serta adanya pengaruh politik dari sejumlah negara anggota. Langkah ini menegaskan kebijakan luar negeri pemerintahan Presiden Donald Trump yang skeptis terhadap kerja sama multilateral.
Realisasi Janji Kampanye Trump
Keputusan keluar dari WHO adalah janji kampanye Donald Trump yang langsung direalisasikan setelah pelantikannya sebagai Presiden pada Januari 2025. Proses pengunduran diri dari WHO langsung dimulai sebagai bagian dari strategi pemerintahannya.
Langkah ini tidak berbeda jauh dengan kebijakan Trump periode sebelumnya, saat AS juga menarik diri dari Kesepakatan Paris terkait perubahan iklim. Pendekatan unilateral menjadi ciri khas kebijakan luar negeri AS di masa pemerintahan Trump.
Dampak Besar Bagi Kesehatan Global
Mundur dari WHO membawa dampak signifikan pada upaya global pengendalian penyakit menular. AS selama ini dikenal sebagai kontributor finansial terbesar bagi WHO, yang berperan penting menyusun kebijakan kesehatan global.
WHO sendiri merupakan organisasi yang beranggotakan lebih dari 190 negara dan bermarkas di Jenewa. Dengan mundurnya AS, pendanaan bagi program-program global dapat terganggu, yang akan memengaruhi kerja sama internasional dalam menghadapi pandemi dan penyakit lainnya.
Proses Penghentian Keanggotaan dan Hubungan Terbatas
Selama setahun terakhir, pemerintahan Trump menghentikan seluruh pendanaan ke WHO dan menarik semua pejabat AS yang bertugas di organisasi itu. Kerja sama kini dialihkan ke pendekatan bilateral dengan negara atau organisasi lain.
Hubungan AS dengan WHO akan berlangsung secara terbatas dan difokuskan hanya untuk menyelesaikan urusan administrasi pengunduran diri. Meski proses pengunduran diri telah diumumkan, AS harus melunasi kewajiban finansial yang masih tertunda.
Tunggakan Keuangan dan Agenda WHO
WHO melaporkan bahwa AS memiliki tunggakan iuran keanggotaan untuk tahun 2024 dan 2025 sebesar USD 260 juta. Kondisi ini menimbulkan polemik mengenai sah atau tidaknya pengunduran diri AS dari WHO.
Organisasi ini berencana membahas masalah tersebut dalam rapat pada Februari 2026. Pembahasan juga akan dilakukan dalam agenda terkait lainnya untuk menentukan langkah lanjut terhadap situasi ini.
Pengunduran diri AS ini menunjukkan tantangan baru dalam kerja sama internasional di bidang kesehatan. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh WHO, tetapi juga upaya global dalam menghadapi pandemi dan krisis kesehatan lainnya di masa depan.
Baca selengkapnya di: www.medcom.id




