Ajit Pawar, Wakil CM Maharashtra Meninggal Kecelakaan Pesawat: Profil dan Warisannya

Ajit Pawar, wakil kepala menteri negara bagian Maharashtra di India, meninggal dunia akibat kecelakaan pesawat pribadi yang jatuh saat hendak melakukan pendaratan darurat. Pesawat tersebut sedang dalam perjalanan dari Mumbai menuju Baramati, kota asal Pawar, ketika mengalami kecelakaan dan terbakar di sebuah lapangan terbuka sekitar 254 km dari ibu kota negara bagian.

Pawar dikenal sebagai sosok politik penting dan menjabat sebagai pejabat terpilih kedua tertinggi di Maharashtra, negara bagian terkaya di India. Ia memimpin sebuah faksi yang terpisah dari Nationalist Congress Party (NCP) pada tahun 2023 dan berkoalisi dengan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang dipimpin Perdana Menteri Narendra Modi di pemerintahan negara bagian tersebut.

Ajit Pawar lahir pada 22 Juli 1959 dan memulai karier politiknya bersama Indian National Congress di akhir 1980-an. Dalam pemilihan legislatif Maharashtra tahun 1991, ia terpilih sebagai anggota Majelis Legislatif dari konstituensi Baramati, yang kemudian diwakilinya selama delapan periode berturut-turut, sebuah rekor di wilayah itu. Pada 1999, ia bergabung dengan NCP yang didirikan oleh pamannya, Sharad Pawar, dan beberapa kali menduduki posisi wakil kepala menteri dalam koalisi negara bagian selama dua dekade.

Pada 2019, Ajit Pawar sempat keluar dari NCP dan bergabung dengan kabinet BJP sebagai wakil kepala menteri, namun kemudian kembali ke NCP. Pada 2023, ia memimpin pembelahan NCP dengan bersekutu dengan koalisi yang dipimpin BJP. Pada Februari 2024, Komisi Pemilihan India mengakui faksi yang dipimpin Pawar sebagai NCP resmi, dan ia diambil sumpah jabatan untuk keenam kalinya sebagai wakil kepala menteri Maharashtra.

Pawar meninggalkan warisan pembangunan infrastruktur besar, terutama di daerah Pimpri-Chinchwad dan Baramati. Ia memfasilitasi proyek-proyek pengembangan jalan dan fasilitas kota yang meningkatkan kualitas hidup penduduk setempat. Bersama dengan pamannya, wilayah Baramati mengalami transformasi signifikan dalam bidang pembangunan fisik.

Namun, karier politik Pawar tidak lepas dari kontroversi. Ia dituduh terlibat dalam dua kasus korupsi signifikan. Pertama, kasus dugaan penyalahgunaan dana proyek irigasi di Maharashtra antara 1999 hingga 2009 dengan nilai kontrak jutaan dolar. Kedua, skandal pembelian lahan di Pune yang melibatkan perusahaan milik anaknya yang diduga membeli tanah negara dengan harga di bawah pasar, meski kemudian transaksi tersebut dibatalkan setelah muncul protes masyarakat. Penyelidikan resmi terhadap kedua kasus ini masih berlangsung tanpa hasil yang konklusif.

Kecelakaan fatal yang menimpa Pawar terjadi saat pesawat Learjet 45 yang dioperasikan oleh VSR Ventures berusaha melakukan pendaratan darurat di Bandara Baramati. Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 08.30 pagi waktu setempat dan menyebabkan pesawat meledak hingga berkali-kali, dengan puing-puing terbakar dan asap tebal yang terlihat dari lokasi kejadian. Selain Pawar, empat orang lain termasuk petugas pengamanan pribadi dan awak pesawat turut tewas dalam kecelakaan tersebut. Penyebab kecelakaan masih dalam tahap investigasi oleh otoritas terkait.

Reaksi atas meninggalnya Ajit Pawar datang dari berbagai kalangan. Perdana Menteri Narendra Modi menyebut Pawar sebagai “pemimpin rakyat” yang memiliki koneksi kuat dengan basis pemilih di akar rumput. Modi juga menilai meninggalnya Pawar sebagai “kehilangan yang mengejutkan dan menyedihkan”. Politisi Kongres Rahul Gandhi mengungkapkan kesedihan mendalam dan menyatakan dukungan kepada masyarakat Maharashtra dalam masa duka. Sementara itu, Gubernur Maharashtra Devendra Fadnavis menyatakan kehilangan sahabat yang kuat dan dermawan, serta tidak mampu mengekspresikan perasaannya atas kepergian tersebut.

Berbagai pihak menantikan hasil investigasi lengkap untuk mengetahui penyebab kecelakaan ini. Ajit Pawar dikenang sebagai tokoh politik yang berpengaruh kuat di Maharashtra, dengan peran besar dalam politik regional dan pembangunan infrastruktur yang berdampak luas bagi masyarakat. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan transportasi pejabat tinggi di India.

Terkait