Meta Platforms akan menghadapi persidangan di pengadilan distrik Santa Fe, New Mexico, terkait gugatan yang diajukan oleh negara bagian tersebut. Gugatan ini menuduh Meta bertanggung jawab atas eksposur eksploitasi seksual terhadap anak-anak dan remaja di platform Facebook, Instagram, dan WhatsApp yang mereka miliki.
Kasus ini merupakan yang pertama kalinya sampai ke tahap juri dan didasarkan pada tuduhan bahwa Meta memfasilitasi predator online untuk mengakses pengguna di bawah umur tanpa hambatan. Menurut gugatan dari Jaksa Agung New Mexico, Raúl Torrez, perusahaan raksasa teknologi ini secara aktif menguntungkan diri dari konten ilegal tersebut.
Operasi Rahasia “MetaPhile”
Gugatan ini muncul dari operasi bawah tanah yang disebut “Operation MetaPhile” yang dilakukan oleh kantor Jaksa Agung selama tahun lalu. Investigasi melibatkan pembuatan akun palsu di Facebook dan Instagram yang mengaku sebagai pengguna di bawah umur 14 tahun. Akun-akun tersebut ternyata menerima materi seksual eksplisit dan dihubungi oleh orang dewasa yang mencari konten serupa, menyebabkan penangkapan tiga tersangka.
Selain itu, gugatan menuduh Meta merancang fitur seperti scroll tanpa akhir dan pemutaran otomatis video guna meningkatkan durasi interaksi pengguna anak-anak. Fitur ini didalilkan memperparah masalah kesehatan mental seperti depresi, kecemasan, hingga tindakan melukai diri sendiri karena mendorong perilaku adiktif.
Dokumen Internal dan Tuntutan Negara
Dokumen internal Meta yang dijadikan dasar gugatan mengaku adanya masalah terkait eksploitasi seksual dan dampak negatif mental pada anak-anak. Namun, menurut pihak negara bagian, Meta tidak menerapkan kontrol dasar seperti verifikasi usia secara memadai. Negara bagian menuntut ganti rugi finansial dan perintah pengadilan untuk memaksa Meta meningkatkan perlindungan bagi pengguna muda.
Dalam pernyataannya, juru bicara Meta menyebut argumen New Mexico sebagai “sensasional, tidak relevan, dan mengalihkan perhatian.” Meta menegaskan mereka telah bekerja sama dengan orang tua, ahli, dan penegak hukum selama lebih dari satu dekade untuk memperbaiki keamanan platform.
Perlindungan Hukum dan Hak Kebebasan Berekspresi
Meta juga mengandalkan perlindungan hukum yang diberikan oleh Amandemen Pertama Konstitusi Amerika Serikat dan bagian 230 dari Communications Decency Act. Bagian 230 ini melindungi perusahaan platform dari tuntutan hukum atas konten yang dihasilkan pengguna. Meta berargumen tuduhan negara bagian tidak dapat dipisahkan dari konten yang dipublikasikan karena algoritma mereka mendukung penyebaran materi tersebut.
Sementara itu, Departemen Kehakiman New Mexico menyatakan siap menghadirkan bukti dokumen dan kesaksian selama persidangan yang diperkirakan berlangsung selama tujuh hingga delapan minggu.
Latar Belakang dan Kontroversi Terkait Keselamatan Anak
Meta saat ini tengah menjadi sorotan karena sejumlah laporan mengungkapkan perusahaan mengetahui risiko produk mereka terhadap kesehatan mental anak-anak. Seorang pembocor informasi memberi kesaksian di Kongres bahwa Meta gagal mengambil tindakan meskipun menyadari produk mereka bisa berbahaya.
Bukti internal yang terungkap tahun lalu menunjukkan kebijakan chatbot Meta sempat mengizinkan percakapan dengan anak-anak dalam konteks romantis atau sensual. Meta telah menghapus rekomendasi tersebut setelah laporan media dan menghadapi desakan dari legislatif untuk meningkatkan kontrol orang tua serta transparansi data dampak platform terhadap anak.
Tuntutan Hukum Lain yang Menimpanya
Selain kasus di New Mexico, Meta menghadapi ribuan tuntutan hukum yang menuduh perusahaan sengaja membuat produknya adiktif bagi anak muda. Beberapa gugatan ini menuntut ganti rugi hingga puluhan miliar dolar dengan alasan platform merusak kesehatan mental remaja secara massal.
Meta secara konsisten membantah klaim tersebut dan menganggap perlindungan hukum bagian 230 meniadakan tanggung jawab mereka. Mereka mengklaim telah menerapkan berbagai langkah untuk mengurangi keterlibatan dan pertumbuhan pengguna muda demi meningkatkan keamanan.
Proses Hukum di Depan Mata
Persidangan perdana dari gugatan serupa baru dimulai di Los Angeles beberapa waktu lalu. Dalam kasus tersebut, Google dan Meta menjadi terdakwa utama setelah TikTok dan Snap memilih menyelesaikan kasus di luar pengadilan.
Keseriusan kasus ini menempatkan Meta pada posisi penting dalam debat nasional mengenai peran media sosial dalam perlindungan anak dan tanggung jawab korporasi teknologi. Perkembangan persidangan ini akan menjadi rujukan penting dalam mengatur masa depan keamanan digital untuk pengguna muda di seluruh dunia.





