Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV) berhasil memenangkan lelang sebuah gedung bekas kantor polisi di kawasan Laverton, Melbourne Barat. Gedung tersebut akan dialihfungsikan menjadi pusat dakwah dan pemberdayaan komunitas Muslim Indonesia di Australia.
Pembelian ini menjadi jawaban atas keterbatasan kapasitas Masjid Baitul Makmur, yang sudah tidak mampu menampung jumlah jamaah yang terus bertambah. Masjid yang beroperasi sejak 2016 itu kini harus menggelar Salat Jumat dua kali bahkan berpotensi menjadi tiga kali karena ruang yang sempit.
Lokasi gedung bekas kantor polisi ini sangat strategis, hanya berjarak sekitar 120 meter dari Masjid Baitul Makmur dan dekat dengan Stasiun Laverton, salah satu titik transportasi penting di wilayah barat Melbourne. Posisi ini diharapkan memudahkan akses jamaah dan memaksimalkan fungsi pusat dakwah.
Rencana pembangunan di gedung baru ini menyasar berbagai program keagamaan dan sosial. Kegiatan yang akan diselenggarakan meliputi pendidikan Islam, pembinaan mualaf, program untuk anak-anak dan remaja, serta penguatan komunitas lansia. Seluruh pengembangan akan dibiayai melalui skema wakaf dari masyarakat.
Biaya akuisisi gedung mencapai sekitar 2,5 juta Dolar Australia atau sekitar Rp27-28 miliar termasuk pajak. Sampai saat ini, dana yang berhasil dikumpulkan baru sekitar setengahnya. Oleh karena itu, IMCV masih membutuhkan tambahan dana wakaf sebelum tenggat pelunasan pada Maret hingga April 2026.
Presiden IMCV, Andri Nursafitri, menyatakan kekhawatiran jika dana tidak terkumpul sesuai jadwal, karena mereka berisiko kehilangan uang muka yang telah diserahkan. Meskipun demikian, Andri optimistis bahwa penggalangan dana ini merupakan ikhtiar bersama komunitas.
Untuk memperluas jangkauan donatur dan memastikan kelancaran penggalangan dana, IMCV bekerja sama dengan Cinta Quran Foundation. Lembaga ini berperan sebagai mitra strategis yang memfasilitasi partisipasi masyarakat Indonesia dalam menyalurkan wakaf untuk proyek ini.
Boby Kurniawan, Fundraising Director Cinta Quran Foundation, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga wujud kontribusi komunitas Muslim Indonesia dalam menghadirkan ruang aman dan inklusif bagi umat. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat solidaritas dan peran diaspora Muslim Indonesia di tingkat internasional.
Beberapa tokoh publik turut memberikan dukungan atas inisiatif ini. KH Abdullah Gymnastiar dan Paula Verhoeven bahkan telah melakukan peninjauan lokasi dan mengapresiasi gagasan pembangunan pusat dakwah sebagai ladang amal yang melintasi batas negara. Dukungan ini memberi semangat bagi keberlanjutan proyek.
Selain sebagai tempat beribadah, pusat dakwah ini menjadi simbol penting di tengah meningkatnya sentimen negatif terhadap Muslim di beberapa negara. IMCV berharap gedung ini dapat menjadi rumah iman yang aman, terbuka, dan berkelanjutan bagi Muslim Indonesia di Melbourne.
Andri menegaskan bahwa pembelian dan pengembangan gedung ini merupakan usaha menjaga identitas, keberlangsungan komunitas, dan rasa aman umat yang tinggal jauh dari tanah air. Proyek ini diharapkan dapat menjadi titik terang dan rumah baru bagi keimanan komunitas Muslim Indonesia di Australia.
Baca selengkapnya di: www.suara.com






