Kelompok Separatis Alberta Minta Bantuan Trump untuk Lepas dari Kanada: Fakta dan Perkembangannya

Ketegangan baru kembali muncul dalam hubungan Amerika Serikat dan Kanada, kali ini menyangkut keinginan sebuah kelompok separatis Alberta untuk berpisah dari Kanada. Kelompok yang disebut Alberta Prosperity Project tersebut bahkan dilaporkan telah mengajukan permohonan kepada pejabat Departemen Keuangan AS untuk bantuan sebesar 500 miliar dolar guna mendukung proses kemerdekaan Alberta.

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan Kanada setelah terungkap pertemuan antara pejabat AS dengan pemimpin kelompok separatis Alberta. Sementara itu, pejabat Gedung Putih membantah adanya dukungan resmi dari pemerintahan AS dan menyatakan bahwa pertemuan tersebut hanyalah bagian dari komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat sipil.

Apa itu Alberta?

Alberta merupakan provinsi kaya minyak yang terletak di barat Kanada, dengan wilayah sebesar Texas dan populasi sekitar 5 juta jiwa. Provinsi ini dikenal sebagai “energy province” karena menyumbang sekitar 84% produksi minyak mentah nasional Kanada. Selain itu, Alberta memiliki identitas politik dan budaya khas, didorong oleh sektor energi, pertanian, dan nilai-nilai konservatif.

Pemimpin Alberta, Danielle Smith, dikenal memiliki hubungan yang akrab dengan kubu konservatif Amerika Serikat, termasuk kunjungannya ke klub pribadi Presiden Trump di Mar-a-Lago. Sikap ini berbeda dengan pemerintah provinsi lainnya di Kanada yang cenderung bersatu menentang kebijakan proteksionis Trump.

Alasan Kelompok Separatis Menginginkan Kemerdekaan

Kelompok separatis Alberta merasa tidak terwakili secara adil di Ottawa. Mereka berargumen, kebijakan federal seperti upaya penanggulangan perubahan iklim menghambat industri minyak setempat. Mereka juga menilai kontribusi pajak yang mereka berikan terlalu besar dibandingkan dengan penerimaan kembali serta bahwa nilai-nilai konservatif mereka tidak mendapat tempat di tingkat nasional yang didominasi wilayah timur yang lebih liberal.

Menurut Michael Solberg dari New West Public Affairs, rasa keterasingan ini sudah lama ada dan semakin menguat saat kebijakan federal dianggap merugikan gaya hidup Alberta. Penolakan terhadap kebijakan federal semakin meningkat setelah masa pandemi dan kepemimpinan Partai Liberal yang berkuasa di Ottawa.

Pengaruh Donald Trump terhadap Gerakan Separatis

Kembalinya Trump ke kursi kepresidenan AS memberi angin segar bagi gerakan kemerdekaan Alberta. Dalam sebuah aksi massa tahun lalu, pendukung meramaikan acara dengan mengenakan topi bertuliskan slogan ala Trump “Make Alberta Great Again”. Beberapa pendukung bahkan mengusulkan Alberta bergabung dengan Amerika Serikat sebagai negara bagian ke-51.

Sebuah billboard yang muncul sepanjang jalan antara Calgary dan Edmonton mengajak masyarakat untuk mendukung ide Alberta menjadi bagian dari AS, menampilkan foto Smith berjabat tangan dengan Trump. Beberapa pejabat tinggi Trump pun menyatakan bahwa Alberta merupakan “mitra alami” bagi AS, menunjukan simpati terhadap keinginan kedaulatan dari Alberta.

Kemungkinan Alberta Memisahkan Diri dari Kanada

Menurut Solberg, kemungkinan Alberta akan mengadakan referendum kemerdekaan sangat besar. Sejak 1905, hanya dua provinsi di Kanada yang menggelar plebisit serupa, yaitu Quebec. Referendum terakhir di Quebec pada 1995 berakhir dengan keputusan tetap bergabung secara tipis.

Kelompok separatis Stay Free Alberta saat ini tengah mengumpulkan tanda tangan untuk mendesak pemerintahan provinsi melaksanakan referendum. Mereka membutuhkan sedikitnya 177.732 tanda tangan sebelum batas waktu pada Mei. Meski demikian, survei menunjukkan mayoritas warga Alberta belum mendukung kemerdekaan, dengan angka dukungan sekitar 19% menurut survei Pollara Strategic Insights.

Sebagian pendukung referendum disebut sebagai “separatis simbolik” yang lebih ingin mengirim pesan kuat ke Ottawa terkait negosiasi politik, bukan benar-benar ingin memisahkan diri. Di sisi lain, petisi anti-separatis telah mengumpulkan lebih dari 400.000 tanda tangan.

Tantangan dan Implikasi Kemerdekaan Alberta

Banyak kelompok, termasuk komunitas adat yang memiliki perjanjian dengan Pemerintah Kanada lebih lama dari keberadaan provinsi Alberta, menentang rencana referendum. Pemerintah pun menambahkan ketentuan yang menjamin perlindungan hak perjanjian mereka terlepas dari hasil plebisit.

Menurut Solberg, proses pemisahan diri akan sangat kompleks dan berisiko menimbulkan ketidakstabilan politik dan ekonomi. Belum ada peta jalan pasti mengenai langkah tepat jika Alberta memilih merdeka atau bergabung ke AS. Pertanyaan terkait status pasca-keputusan masih belum terjawab dan menimbulkan ketidakpastian besar.

Ketegangan politik antara kelompok separatis Alberta dan pemerintah Kanada kini memasuki babak baru, dengan pengaruh hubungan bilateral AS-Kanada yang turut memperumit situasi. Saat ini, perhatian tertuju pada potensi referendum yang kemungkinan akan menjadi momen penting menentukan masa depan provinsi kaya energi tersebut.

Terkait