Hakim federal di Amerika Serikat memblokir upaya jaksa penuntut untuk menuntut hukuman mati terhadap Luigi Mangione, pria yang diduga membunuh seorang eksekutif asuransi kesehatan di New York pada akhir tahun lalu. Keputusan ini menghapus dua dakwaan federal terhadap Mangione yang memungkinkan penerapan hukuman mati, yaitu pembunuhan dan penggunaan senjata dengan peredam.
Mangione, yang berusia 27 tahun, masih menghadapi dua dakwaan penguntitan pada tingkat federal dan juga menghadapi dakwaan pembunuhan di tingkat negara bagian. Hakim Margaret Garnett menyatakan bahwa keputusan tersebut “semata-mata untuk menghilangkan hukuman mati sebagai pilihan yang dapat dipertimbangkan oleh juri.”
Jika terbukti bersalah atas dakwaan penguntitan, Mangione dapat dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Proses persidangan tingkat federal akan dimulai dengan pemilihan juri pada tanggal 8 September. Jaksa penuntut belum memberikan komentar atas keputusan tersebut, sementara hakim Garnett memberikan waktu hingga akhir Februari bagi jaksa untuk mengajukan banding.
Tim pembela Mangione menyatakan bahwa mereka merasa sangat lega dan menyebut keputusan hakim sebagai suatu kemenangan besar. Namun, yang menjadi pukulan berat bagi pembela adalah penolakan hakim terhadap permintaan untuk menghalangi penggunaan barang bukti yang ditemukan saat penangkapan Mangione.
Saat ditangkap di sebuah restoran McDonald’s di Pennsylvania, polisi menemukan sebuah senjata api, peredam, magazin peluru yang dibungkus dengan pakaian dalam, serta sebuah buku catatan berwarna merah yang dianggap sebagai “manifesto.” Pembela berargumen bahwa prosedur penggeledahan tidak dilakukan sesuai aturan yang berlaku.
Kasus ini menjadi sorotan nasional tidak hanya karena pelaku yang dituduh membunuh Brian Thompson, CEO UnitedHealthcare, tetapi juga karena kemarahan publik terhadap sistem perawatan kesehatan di Amerika Serikat yang dianggap terlalu berorientasi pada keuntungan. Video penganiayaan tersebut sempat terekam oleh kamera pengawas yang membuat kasus ini menjadi viral.
Mangione ditangkap lima hari setelah kejadian di lokasi kejadian, berdasarkan informasi dari karyawan restoran. Keputusan hakim ini juga merupakan kemunduran bagi upaya Jaksa Agung Pam Bondi, yang mencoba menghidupkan kembali penerapan hukuman mati di tingkat federal setelah sempat dihentikan pada masa pemerintahan Presiden Joe Biden.
Sampai saat ini, tanggal persidangan di tingkat negara bagian belum ditetapkan. Meski Mangione telah mengaku tidak bersalah atas seluruh dakwaan, kasus ini masih terus mendapatkan perhatian luas, terutama dari para pendukungnya yang mayoritas adalah wanita dan sering hadir dalam persidangan.







