Luigi Mangione tidak akan menghadapi hukuman mati setelah seorang hakim federal di New York membatalkan dakwaan pembunuhan dan kepemilikan senjata terhadapnya. Keputusan ini menjadi pukulan besar bagi jaksa federal yang menuntut Mangione, terdakwa pembunuhan CEO UnitedHealthcare, Brian Thompson.
Hakim Distrik AS Margaret Garnett menyatakan bahwa dakwaan pembunuhan tidak bisa dipertahankan secara hukum karena bertentangan dengan dakwaan penguntitan (stalking) federal yang masih diajukan terhadap Mangione. Menurut hakim Garnett, undang-undang federal mengharuskan dakwaan pembunuhan dan kepemilikan senjata terkait dengan kejahatan kekerasan lainnya. Namun, stalking tidak memenuhi kriteria tersebut karena tidak selalu dianggap sebagai tindak kekerasan yang melekat dan tidak selalu dilakukan dengan sengaja.
Meski dakwaan pembunuhan federal dibatalkan, Mangione tetap menghadapi dakwaan pembunuhan yang diajukan jaksa negara bagian. Jika dinyatakan bersalah atas dakwaan stalking, ia berisiko mendapatkan hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat. Jaksa federal Dominic Gentile menyatakan bahwa pihak pemerintah belum memutuskan apakah akan melakukan banding atas putusan hakim tersebut.
Dalam sidang tersebut, pengacara Mangione, Karen Agnifilo, mengapresiasi keputusan hakim Garnett. Ia menyebut putusan itu sebagai langkah "luar biasa" dan menyampaikan bahwa kliennya merasa lega. Mangione sendiri telah ditahan sejak penangkapannya di Pennsylvania lima hari setelah kematian Thompson yang terjadi di luar hotel Hilton di Manhattan.
Kematian Brian Thompson memicu kecaman luas dari pejabat publik. Namun, di sisi lain, Mangione mendapat dukungan dari sebagian masyarakat Amerika yang menganggap tindakan keras terhadap biaya dan praktik perusahaan asuransi kesehatan telah lama menjadi masalah besar di negara tersebut.
Dasar Hukum Pembatalan Dakwaan
Profesor hukum dari Universitas Miami, Scott Sundby, menjelaskan bahwa keputusan hakim Garnett didasarkan pada preseden Mahkamah Agung yang membatasi ruang gerak jaksa federal menggunakan undang-undang yang terlalu umum dalam menjerat kasus kekerasan. Sundby menuturkan bahwa meskipun tindakan terdakwa dilihat oleh masyarakat umum sebagai kekerasan nyata, yang menjadi fokus adalah apakah undang-undang tersebut memberikan kekuasaan yang terlalu luas kepada jaksa.
Hakim Garnett menegaskan bahwa dakwaan stalking tidak memenuhi kualifikasi sebagai kejahatan kekerasan karena seseorang dapat melanggar hukum tersebut tanpa menggunakan kekuatan secara disengaja. Ia juga mengakui bahwa keputusan ini mungkin terasa aneh dan tidak intuitif bagi masyarakat maupun kalangan hukum, karena secara fakta tindakan Mangione — menyeberang negara bagian untuk membunuh seorang eksekutif kesehatan dan menggunakan pistol berperedam suara — jelas menunjukkan perilaku kekerasan.
Pengadilan dan Bukti Tambahan
Pengadilan telah menetapkan bahwa pemilihan juri akan dimulai pada September dengan persidangan pembunuhan dimulai pada pertengahan Oktober. Dalam keputusan terpisah, hakim Garnett menolak permintaan Mangione untuk mengecualikan barang bukti yang disita dari ransel saat penangkapannya. Barang bukti tersebut meliputi pistol kaliber 9 milimeter, peredam suara, dan catatan jurnal yang dianggap penting dalam berkas perkara.
Hakim menilai penelusuran terhadap tas tertutup tersebut dilakukan sesuai prosedur standar kepolisian dan berdasarkan adanya alasan kuat untuk mencurigai adanya benda berbahaya. Ia juga menegaskan bahwa bukti tersebut kemungkinan besar akan ditemukan apabila ada surat perintah penggeledahan federal yang sah.
Selain kasus federal, Mangione juga menghadapi tuntutan pembunuhan, senjata api, dan pemalsuan dalam pengadilan negara bagian New York. Untuk kasus ini, belum ada jadwal persidangan yang ditetapkan. Pada September lalu, jaksa negara bagian mengalami kemunduran ketika dua dakwaan terkait terorisme terhadap Mangione dibatalkan oleh hakim.
Keputusan pengadilan federal ini mencerminkan kompleksitas hukum pidana di Amerika Serikat, terutama mengenai batasan penerapan undang-undang federal dan negara bagian. Perkembangan kasus ini masih akan terus dipantau karena menghadirkan implikasi penting bagi cara penegakan hukum terhadap kejahatan yang melibatkan kekerasan dan penggunaan senjata.





