Israel Siapkan Pembukaan Kembali Perbatasan Rafah Gaza-Egypt Setelah Ditutup Sejak Mei 2026

Israel akan membuka kembali perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir untuk pertama kalinya sejak Mei lalu. Pihak berwenang mengumumkan pembukaan ini berlaku mulai hari Minggu mendatang dengan pembatasan khusus bagi pergerakan orang saja.

Koordinator Kegiatan Pemerintah di Wilayah Teritorial (COGAT) Israel menyatakan bahwa perbatasan Rafah hanya akan melayani pergerakan orang yang sebelumnya meninggalkan Gaza selama konflik. Pengembalian penduduk dari Mesir ke Gaza harus melalui proses izin keamanan yang ketat oleh otoritas Israel.

Penumpang yang melewati perbatasan akan menjalani identifikasi awal oleh misi Uni Eropa di Rafah. Setelah itu, proses penyaringan tambahan dilakukan di koridor khusus yang dioperasikan oleh militer Israel, di bawah kendali Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

Pembukaan Rafah ini merupakan langkah penting setelah Israel mengambil alih wilayah perbatasan tersebut pada Mei untuk mencegah penyelundupan senjata ke Gaza, terutama oleh kelompok Hamas. Selama ini, perbatasan tersebut tidak pernah dibuka untuk publik dalam waktu yang lama.

Sebelumnya, pada awal tahun ini sempat terjadi evakuasi pasien medis melalui rute Rafah saat gencatan senjata sementara berlangsung. Hal ini menunjukkan fungsi strategis perbatasan sebagai jalur vital untuk kebutuhan kemanusiaan.

Kantor Perdana Menteri Israel menyatakan pembukaan ulang Rafah merupakan bagian dari rencana perdamaian yang digagas Presiden Donald Trump. Dalam rencana 20 poin tersebut, pembukaan hanya dilakukan secara terbatas bagi pejalan kaki dengan mekanisme pemeriksaan penuh dari Israel.

Persetujuan ini pun bersyarat, yaitu Israel menginginkan pengembalian semua sandera hidup dan upaya penuh Hamas untuk menemukan serta mengembalikan jenazah sandera yang telah meninggal dunia. Ini menjadi syarat utama untuk kelanjutan akses di perbatasan Rafah.

Berita terbaru juga mengonfirmasi bahwa jenazah Staff Sgt. Ran Gvili, sandera Israel terakhir di Gaza, telah berhasil ditemukan dan dikembalikan ke tanah air setelah 842 hari. Kejadian ini memiliki dampak besar bagi proses perdamaian dan pengelolaan perbatasan.

Berikut informasi kunci terkait pembukaan kembali perbatasan Rafah:

1. Dibuka mulai hari Minggu untuk pergerakan orang terbatas.
2. Pengguna mesti mendapat izin keamanan Israel dan koordinasi Mesir.
3. Proses screening dilakukan oleh Uni Eropa dan militer Israel.
4. Termasuk bagian dari rencana perdamaian Presiden Trump.
5. Syarat pembukaan adalah pengembalian sandera dan jenazah secara lengkap.

Pembukaan kembali perbatasan Rafah ini diharapkan dapat menjadi langkah awal meredakan ketegangan dan membuka peluang bagi dialog kemanusiaan. Namun, pengawasan keamanan yang ketat terus diberlakukan demi menjaga stabilitas di wilayah tersebut.

Terkait