Jeffrey Epstein Tawarkan Pertemuan Pangeran Andrew dengan Wanita Rusia, Dokumen Ungkap Detailnya

Dokumen terbaru yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS mengungkapkan bahwa Jeffrey Epstein pernah menawarkan perkenalan seorang wanita Rusia kepada Pangeran Andrew, adik Raja Charles III. Dalam email tanggal 12 Agustus 2010, Epstein menyebut wanita tersebut sebagai teman yang mungkin akan dinikmati oleh Andrew untuk diajak makan malam selama kunjungannya di London pada 20 hingga 24 Agustus.

Andrew, yang pada email tersebut disapa sebagai “The Duke,” menanyakan kepada Epstein apa yang sudah diberitahukan tentang dirinya kepada wanita tersebut dan apakah sang wanita membawa pesan khusus dari Epstein. Balasan Andrew juga menunjukkan bahwa dia akan berada di Jenewa pada 22 Agustus, tapi tetap terbuka untuk bertemu dengan wanita itu. Epstein menggambarkan wanita berusia 26 tahun ini sebagai orang Rusia yang cantik dan cerdas serta sudah memiliki alamat email sang pangeran.

Tidak ada bukti dalam dokumen tersebut yang menunjukkan bahwa pertemuan antara Andrew dan wanita Rusia itu benar-benar terjadi. Meski demikian, korespondensi berikutnya yang terungkap juga mengindikasikan adanya rencana makan malam di Istana Buckingham pada akhir September 2010. Dalam pesan tertanggal 27 September, Epstein menghubungi Andrew dan menyebut perlu waktu pribadi saat bertemu nanti.

Andrew membalas bahwa dia baru saja meninggalkan Skotlandia dan menawarkan untuk mengadakan makan malam di Istana Buckingham dengan tingkat privasi tinggi. Dua hari setelahnya, Andrew menambahkan bahwa Epstein boleh datang bersama siapa saja dan dia akan tersedia di istana dari pukul 16.00 hingga 20.00. Namun, belum ada kepastian dari dokumen apakah pertemuan itu benar-benar terjadi.

Epstein saat itu baru saja keluar dari masa tahanan rumah pada Agustus 2010 setelah menjalani hukuman atas kasus prostitusi anak di bawah umur. Meski Andrew secara publik menyatakan telah memutus hubungan dengan Epstein setelah Desember 2010, dokumen pengadilan yang bocor kemudian menunjukkan komunikasi mereka berlangsung lebih lama.

Pengungkapan baru ini memperkuat kontroversi yang telah lama menyelimuti hubungan antara Pangeran Andrew dan Epstein. Tahun sebelumnya, Raja Charles III mencabut semua gelar dan kehormatan kerajaan yang dimiliki Andrew serta memerintahkan pengosongan kediamannya di Windsor. Keputusan ini menyusul kemarahan publik di Inggris dan penolakan terhadap keterlibatan Andrew terkait tuduhan pelecehan seksual oleh Virginia Giuffre.

Virginia Giuffre, korban pelecehan yang menuduh Andrew atas tiga kali pelecehan seksual, dua di antaranya saat masih berusia 17 tahun, meninggal dunia karena bunuh diri beberapa waktu lalu. Andrew selalu membantah tuduhan tersebut dan pada 2022 menyelesaikan gugatan hukum dengan pembayaran kompensasi tanpa mengakui kesalahan apa pun.

Kasus ini menambah daftar gelombang baru dokumen dan memoar yang menyoroti jaringan Epstein dan dampaknya terhadap figur publik dunia. Peran Andrew dalam kasus ini tetap menjadi fokus perhatian, khususnya setelah sejumlah korespondensi yang menunjukkan kedekatannya dengan Epstein selama masa yang dipersoalkan.

Berita Terkait

Back to top button