Aktivitas Satelit di Situs Nuklir Iran Terekam Saat Ketegangan Protes Meningkat, Apa Artinya?

Ketegangan meningkat di Iran seiring dengan protes nasional yang keras dan tindakan tegas dari pemerintah. Foto satelit terbaru menunjukkan aktivitas mencurigakan di dua situs nuklir Iran yang sebelumnya menjadi sasaran serangan Israel dan Amerika Serikat.

Gambar dari Planet Labs PBC memperlihatkan atap bangunan baru yang dibangun di atas reruntuhan di fasilitas nuklir Isfahan dan Natanz. Ini menandai aktivitas signifikan pertama yang terlihat dari luar sejak pertempuran besar selama 12 hari antara Israel dan Iran pada Juni lalu.

Aktivitas Terbaru di Situs Nuklir

Atap tersebut tampaknya didirikan untuk menutupi bangunan yang rusak parah akibat serangan. Dengan adanya atap ini, pengawasan langsung dengan satelit menjadi terbatas. Hal ini membuat Inspektur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sulit memantau kondisi di dalam situs karena akses juga telah dibatasi oleh Iran.

Menurut Andrea Stricker, pakar Iran dari Foundation for Defense of Democracies, pembangunan atap ini bukan tanda pemulihan fasilitas. Lebih mungkin, Iran berusaha menyembunyikan upaya untuk mengamankan bahan-bahan nuklir yang masih tersisa seperti uranium yang diperkaya tinggi.

Detail Serangan dan Kerusakan

Bangunan utama di Natanz, yang dikenal sebagai Pilot Fuel Enrichment Plant, hancur akibat serangan Israel pada 13 Juni. IAEA melaporkan bahwa serangan tersebut menyebabkan kerusakan parah, termasuk pada ruang bawah tanah tempat mesin sentrifugal dipasang. Serangan susulan AS menggunakan bom bunker-buster pada 22 Juni juga menyebabkan "kerusakan berat" di fasilitas bawah tanah Natanz.

Meskipun demikian, Rafael Mariano Grossi, Direktur Jenderal IAEA, mengonfirmasi bahwa kerusakan itu tidak total, dan Iran masih memiliki kapasitas industri dan teknologi untuk memulai kembali kegiatan pengayaan uranium jika dikehendaki.

Kerja Pembangunan Atap dan Perlindungan Tambahan

Planet Labs PBC memperlihatkan Iran mulai membangun atap tersebut di Natanz sejak Desember dan menyelesaikannya pada akhir bulan tersebut. Namun, sistem kelistrikan Natanz masih rusak berat dan belum terlihat adanya tanda pengoperasian kembali. Di Isfahan, atap juga telah selesai dibangun pada awal Januari di sebuah bangunan yang fungsi tepatnya belum diketahui secara publik. Serangan Israel sebelumnya menyasar fasilitas terkait pembuatan sentrifugal di lokasi ini.

Selain itu, citra satelit menunjukkan dua terowongan menuju gunung di dekat Isfahan telah ditutup dengan tanah sebagai perlindungan terhadap serangan rudal, sementara terowongan ketiga dibersihkan dan diberi pengamanan baru.

Pandangan Ahli Mengenai Maksud Aktivitas Ini

Sarah Burkhard dari Institute for Science and International Security menyebut pemasangan atap ini bagian dari upaya Iran untuk "mengamankan sisa aset atau reruntuhan tanpa memberi tahu pihak luar apa yang sedang dievakuasi." Sean O’Connor dari Janes juga setuju bahwa tujuan utama adalah untuk menyembunyikan aktivitas, bukan memperbaiki atau membangun kembali secara fungsional.

Iran belum memberikan pernyataan resmi mengenai aktivitas ini. Sementara itu, IAEA belum memberikan komentar seputar temuan terbaru dari citra satelit ini.

Ketegangan Regional dan Peringatan dari AS

Presiden AS sebelumnya mendesak Iran untuk bernegosiasi soal program nuklirnya guna menghindari serangan militer Amerika akibat penindasan terhadap pengunjuk rasa. Pasukan AS, termasuk kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal perusak berpersenjataan misil, telah dikerahkan ke wilayah Timur Tengah.

Walau demikian, keputusan penggunaan kekuatan militer masih belum diputuskan. Presiden AS pernah menyebut armada kapal perang tersebut "bergerak menuju Iran sebagai langkah berjaga-jaga."

Kondisi Protes dan Penindasan di Iran

Sejak demonstrasi besar-besaran berlangsung di Iran, organisasi aktivis HAM di AS mendokumentasikan lebih dari 4.000 demonstran tewas, dengan perkiraan korban sebenarnya bisa mencapai antara 12.000 hingga 20.000 jiwa menurut sumber dalam Iran. Sikap keras pemerintah terhadap protes ini terus memicu kegelisahan dan konflik di dalam negeri.

Dengan kondisi saat ini, aktivitas di situs nuklir Iran yang tertutup ini menjadi sinyal yang perlu diwaspadai oleh komunitas internasional, terutama dalam konteks ketegangan yang terus berlangsung di Timur Tengah. Pembangunan atap dan langkah pengamanan di situs ini menunjukkan Iran berusaha menjaga aset strategisnya tetap tersembunyi di tengah tekanan global.

Terkait